Kaulinan (permainan khas sunda), serunya mainan anak indonesia

Permainan tradisional 1

Permainan tradisional 1

Indonesia begitu kaya dengan khazanah budaya, hal tersebut bukan hanya tercitra pada karya-karya seni yang dimilikinya, bukan hanya ornamen-ornamen bernuansa klasik dari berbagai penjuru indonesia, namun didalamnya termasuk permainan dan sistem permainan didalamnya. Dari sabang sampai merauke mungkin ada ratusan bahkan ribuan, permainan-permainan tradisional yang khas dari daerah masing-masingnya, kita sempat menikmatinya, kita sempat memainkannya dimasa-masa kita dahulu, waktu pengaruh globalisasi belum terasa dampaknya, bagi kita-kita yang berumur diatas 20an merujuk ke satu dekade kebelakang, masih sering berinteraksi dengan bentuk-bentuk permainan yang tradisional tersebut, apalagi jika kita berlatar belakang kedaerahan. berlatar belakang kedaerahan yang saya maksudkan disini adalah mengahabiskan masa kecil di daerah-daerah yang belakangan atau telat tersentuh modernitas, daerah2 sub perkotaan, desa dan sebagainya. Saat anda bernostalgia melihat kembali sosok permainan itu dimasa sekarang, hal tersebut membangkitkan memori-memori tersendiri tentunya, mulai dari bagaimana membuatnya, bagaimana memainkannya, dengan siapa saja kita pernah bermain, dimana kita memainkannya dahulu, semuanya sangat memorable ternyata.
Seperti yang saya alami hari ini, ketika mengunjungi museum sri baduga untuk kesekian kalinya dalam rangka mengerjakan sebuah proyek disana, kebetulan di museum tersebut sedang dilangsungkan acara pameran benda-benda serta permainan-permainan tradisionil dari jawa barat yang biasa disebut disini sebagai kaulinan. Permainan-permainan tersebut lahir dari berbagai macam faktor serta erat kaitannya dengan interaksi anak-anak dengan

Permainan tradisional 2

Permainan tradisional 2

lingkungannya, hal tersebut bisa dilihat dengan material yang digunakan pada mainan yang dihasilkan atau berusaha dibuat pada saat itu, misalnya enggrang, pipit2an, atau ketapel yang sudah jarang kita temui dimasa ini.
Mungkin globalisasi adalah satu masalah ketika permainan-permainan tradisionil tersebut kehilangan eksistensinya dimasa sekarang ini, saat semuanya dibuat dengan material-material yang memang dapat lebih tahan lama dan mengeluarkan warna yang lebih ceria, disamping faktor digitalisasi yang ikut menjadi fenomena pembangkit keinstanan, semua benda pakai dalam permainan-permainan ala globalisasi ini mengajarkan pada manusia-manusia timur sifat kapitalis dasar, demand pada produk manufaktur dengan cara “harus membeli”, hal-hal tersebut dapat kita lihat dalam berbagai bentuk “toys” yang muncul untuk anak-anak dijaman sekarang, kebanyakan dari mainan-mainan tersebut dipasangi harga yang cukup tinggi sesuai dengan material yang digunakan, brand yang mengeluarkannya, serta seberapa erat teknologi di implementasikan pada produk-produk mainan tersebut, sehingga demand akan toys harus berujung pada bentuk pola pikir kapitalisme baru. tentu saja anak-anak seumuran yang membutuhkan produk-produk tersebut kebanyakan  belum mampu menghasilkan kunci kapitalisme dasar yaitu uang,

Permainan tradisional 3

Permainan tradisional 3

uang tersebut datang dari orang tua mereka, semakin “canggih” mainan yang harus dibeli, semakin besar pula tuntutan untuk mengeluarkan uang bagi orang tua sang anak, dan anda sudah tau ujungnya, dengan pola marketing yang baik, mainan-mainan ini segera diminati anak-anak, serta permintaannya pun meningkat, dan seterusnya.
Dibalik poin-poin impact dari globalisasi itu sendiri ada keyakinan bahwa ternyata kesalahan itu juga bermula dari ketidak mampuan kita mempertahankan eksistensi permainan tradisional kita sendiri, atau memang kesadaran itu sangat telat muncul pada diri kita masing-masing, tidak seperti permainan-permainan importlainnya, permainan-permainan tradisional kita biasanya dibiarkan melempem tanpa pengembangan, baik itu dari segi material, fungsi, desain serta soundingnya di masyarakat yang terus berkembang, sehingga mainan-mainan tersebut hanyut dimakan zaman.
Padahal potensi permainan, permainan tradisional tersebut tidak kalah penting dan menariknya dengan mainan-mainan yang sudah ada sekarang ini, malahan mainan-mainan tersebut mulai dari proses penciptaannya saja sudah

Permainan tradisional 4

Permainan tradisional 4

mulai mendidik anak-anak untuk mandiri berkreasi, memilih material, serta dedikasi yang pada akhirnya dapat membentuk pola-pola yang positif pada perkembangan fisik dan mental anak-anak, sekecil dan semudah apapun bentuk permainan-permainan tersebut.
Hal yang penting, dan harus selalu kita ingat adalah, kebutuhan bermain anak-anak sangatlah besar, kebutuhan tersebut adalah market yang sangat potensial dalam penyusupan orientasi-orientasi berpikir yang ternyata bisa jadi menyimpang dan irrasional jika tidak kita secara efektif. Dan tidak kalah pentingnya adalah, dengan kebutuhan akan bermain tersebut, peranan mainan sebagai produk sangatlah penting dalam berbagai aspek, sehingga memilih permainan yang tepat sejak dini adalah hal yang krusial, permainan-permainan tradisionil yang berasal dari Indonesia menyimpan potensi besar untuk dikembangkan dan dikomersialisasikan, dan hal tersebut harus dikembangkan secepatnya, sebelum suatu saat permainan itu hilang terlindas dan termakan zaman, seperti budaya-budaya timur kita yang lain, dan benar jika bukan kita lalu siapa lagi? pencuri?

Advertisements

Gurindam 12

Raja Ali Haji

Raja Ali Haji

Merespon tulisan teman saya tentang review buku karya andrea hirata yang baru bertajuk padang bulan dan cinta didalam gelas, didalamnya saya jadi teringat salah satu pahlawan Indonesia yang memiliki andil besar dalam penciptaan karakteristik bangsa dengan bahasa Indonesia yaitu Raja Ali Haji. Melalui tangan dingin beliau lahirlah Pedoman Bahasa tentang Tata Bahasa Melayu yang kemudian hari di sahkan sebagai Bahasa Nasional Indonesia dalam Kongres Pemuda Indonesia, 28 Oktober 1928.

Raja Ali Haji yang bernama lengkap Tengku Haji Ali al-Haj bin Tengku Haji Ahmad bin Raja Haji Asy-Syahidu fi Sabillah bin Upu Daeng Celak merupakan seorang pahlawan multi disiplin, beliau bukan hanya berjasa atas perkembangan budaya Indonesia melalui syair-syairnya, beliau juga memiliki andil dalam penulisan sejarah, tata negara dan hukum. Sayangnya Raja Ali Haji yang merupakan bangsawan bugis adalah cucu dari Raja Haji Fisabilillah, seorang pahlawan daerah Riau-Lingga ditetapkan sebagai pahlawan nasional baru sejak 5 November 2004, sungguh hal sulit dipercaya mengingat jasa besar beliau terhadap bangsa Indonesia.

Raja Ali haji Lahir di pulau Penyengat dareha Riau yang pada dahulu kala-nya merupakan pusat Kerjaan Riau Lingga-Johor dan Pahang pada tahun 1809 dari 16 orang bersaudara.

Karyanya yang paling tersohor adalah Gurindam 12 dan masuk kedalam buku karangan Sultan Takdir Alisabana bertajuk puisi lama tahun 1969. Gurindam 12 ini pernah masuk kedalam buku pelajaran melayu saya dahulu kala, rasa malu ketika disaat sekarang sudah lagi melupakan karya besar dari pahlawan nasional ini, berikut isi Gurindam 12 karya besar Raja Ali haji ini;

Gurindam 12 pasal 1

Barang siapa tiada memegang agama,sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat,maka ia itulah orang ma’rifat Barang siapa mengenal Allah,suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri,maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari. Barang siapa mengenal dunia,tahulah ia barang yang terpedaya. Barang siapa mengenal akhirat,tahulah ia dunia melarat.

Gurindam 12 pasal 2

Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua temasya. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam 12 pasal 3

Apabila terpelihara mata, sedikitlah cita-cita. Apabila terpelihara kuping, khabar yang jahat tiadalah damping. Apabila terpelihara lidah, nescaya dapat daripadanya faedah. Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan, daripada segala berat dan ringan. Apabila perut terlalu penuh, keluarlah fi’il yang tiada senonoh. Anggota tengah hendaklah ingat, di situlah banyak orang yang hilang semangat. Hendaklah peliharakan kaki, daripada berjalan yang membawa rugi.

Gurindam 12 pasal 4

Hati kerajaan di dalam tubuh, jikalau zalim segala anggota pun roboh. Apabila dengki sudah bertanah, datanglah daripadanya beberapa anak panah. Mengumpat dan memuji hendaklah pikir, di situlah banyak orang yang tergelincir. Pekerjaan marah jangan dibela, nanti hilang akal di kepala. Jika sedikitpun berbuat bohong, boleh diumpamakan mulutnya itu pekong. Tanda orang yang amat celaka, aib dirinya tiada ia sangka. Bakhil jangan diberi singgah, itupun perampok yang amat gagah. Barang siapa yang sudah besar, janganlah kelakuannya membuat kasar. Barang siapa perkataan kotor, mulutnya itu umpama ketur. Di mana tahu salah diri, jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam 12 pasal 5

Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa, Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia. Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia. Jika hendak mengenal orang yang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu. Jika hendak mengenal orang yang berakal, di dalam dunia mengambil bekal. Jika hendak mengenal orang yang baik perangai, lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam 12 pasal 6

Cahari olehmu akan sahabat, yang boleh dijadikan obat. Cahari olehmu akan guru, yang boleh tahukan tiap seteru. Cahari olehmu akan isteri, yang boleh menyerahkan diri. Cahari olehmu akan kawan, pilih segala orang yang setiawan. Cahari olehmu akan abdi, yang ada baik sedikit budi.

Gurindam 12 pasal 7

Apabila banyak berkata-kata, di situlah jalan masuk dusta. Apabila banyak berlebih-lebihan suka, itulah tanda hampir duka. Apabila kita kurang siasat, itulah tanda pekerjaan hendak sesat. Apabila anak tidak dilatih, jika besar bapanya letih. Apabila banyak mencela orang, itulah tanda dirinya kurang. Apabila orang yang banyak tidur, sia-sia sahajalah umur. Apabila mendengar akan khabar, menerimanya itu hendaklah sabar. Apabila menengar akan aduan, membicarakannya itu hendaklah cemburuan. Apabila perkataan yang lemah-lembut, lekaslah segala orang mengikut. Apabila perkataan yang amat kasar, lekaslah orang sekalian gusar. Apabila pekerjaan yang amat benar, tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam 12 pasal 8

Barang siapa khianat akan dirinya, apalagi kepada lainnya. Kepada dirinya ia aniaya, orang itu jangan engkau percaya. Lidah yang suka membenarkan dirinya, daripada yang lain dapat kesalahannya. Daripada memuji diri hendaklah sabar, biar pada orang datangnya khabar. Orang yang suka menampakkan jasa, setengah daripada syirik mengaku kuasa. Kejahatan diri sembunyikan, kebaikan diri diamkan. Keaiban orang jangan dibuka, keaiban diri hendaklah sangka.

Gurindam 12 pasal 9

Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan, bukannya manusia yaituiah syaitan. Kejahatan seorang perempuan tua, itulah iblis punya penggawa. Kepada segaia hamba-hamba raja, di situlah syaitan tempatnya manja. Kebanyakan orang yang muda-muda, di situlah syaitan tempat berkuda. Perkumpulan laki-laki dengan perempuan, di situlah syaitan punya jamuan. Adapun orang tua yang hemat, syaitan tak suka membuat sahabat Jika orang muda kuat berguru, dengan syaitan jadi berseteru.

Gurindam 12 pasal 10

Dengan bapa jangan durhaka, supaya Allah tidak murka. Dengan ibu hendaklah hormat, supaya badan dapat selamat. Dengan anak janganlah lalai, supaya boleh naik ke tengah balai. Dengan isteri dan gundik janganlah alpa, supaya kemaluan jangan menerpa. Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.

Gurindam 12 pasal 11

Hendaklah berjasa, kepada yang sebangsa. Hendaklah jadi kepala, buang perangai yang cela. Hendaklah memegang amanat, buanglah khianat. Hendak marah, dahulukan hajat. Hendak dimulai, jangan melalui. Hendak ramai, murahkan perangai.

Gurindam 12 pasal 12

Raja muafakat dengan menteri, seperti kebun berpagarkan duri. Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja. Hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh inayat. Kasihkan orang yang berilmu, tanda rahmat atas dirimu. Hormat akan orang yang pandai, tanda mengenal kasa dan cindai. Ingatkan dirinya mati, itulah asal berbuat bakti. Akhirat itu terlalu nyata, kepada hati yang tidak buta.

Sejarah berdirinya Israel

Dr Semion Natliashvili

Ingathering

Israel yang beribukota Tel Aviv dikenal pula dengan nama Medinat Isrel berdiri pada 14 Mei 1948 lebih dari 2 tahun setelah Kemerdekaan Republik Indonesia, setalah hampir 2000 tahun penyebaran agama yahudi, setelah 55 tahun mengusahakan sebuah negara yang berbasis Zionisme. Selama lebih dari hampir 62 tahun berdiri, israel telah menuai konflik, negosiasi, dan perjanjian dengan berbagai negara tetangganya didaerah Timur Tengah. Basis demokrasi negara Israel sebagai sebuah negara bertahan dengan baik meskipun terus dalam kondisi perang, konflik etnis dan agama, boikot, pengimigrasian , dan teror. sejak berdirinya Israel, negara ini menampung hampir 40% populasi orang-orang Yahudi.

Menurut Charles Krauthammer, dalam weekly standard, 11 Mei 1998; Israel merupakan sebuah negara yang berdiri dengan penganutan satu agama, satu ideologi kebangsaan, satu ras seperti 3000 tahun yang lalu. Orang Israel menganut agama yang mengacu pada nenek moyang mereka Ibrahim (Abraham), anak dari Yakub (Jacob) dan cucu dari Ishak (Yishak) dan memiliki satu tuhan yaitu Allah, berdasarkan kitab mereka Taurat. Mereka meyakini bahwa keluarga Ibrahim mendiami tanah yang sekarang mereka tempati yang dahulunya dikenal dengan Kan’an, mereka sekeluarga diyakini dimakamkan di kota yang dikenal dengan nama, Hebron saat ini.

Nama Israel merupakan pemberian dari Yakub seperti yang diceritakan didalam Taurat. 12 orang putranya berkembang menjadi masing-masing suku yang kemudian dikenal dengan kaum Yahudi, nama Yahudi sendiri lahir dari salah satu dari 12 anak Yakub (Ruben, Shimon, Levi, Yehuda, Dan, Naftali, Gad, Asyer, Yisachar, Zevulun, Yosef, Benyamin). Bangsa Israel atau bisa kita sebut dengan bangsa Yahudi di kumpulkan kembali pada sekitar 1300 SM oleh Musa, yang pada kitab suci umat muslim Al-Quran diceritakan diselamatkan dari kesewenangan Firaun (Paraoh), kaum Yahudi yang menjadi budak untuk menjadi arsitektur dan tukang batu bagi kerajaan Firaun di bawa keluar dari wilayah mesir menuju tanah mereka kembali, gunung Sinai yang disebut-sebut sebagai tanah perjanjian atau tanah yang dijanjikan. Dalam perjalanan tersebut mereka dikenalkan dengan perintah tuhan yang disebut 10 perintah (10 Commandement). Pemerintahan oleh bangsa Israel pada tanah yang mereka diami saat ini di klaim sejak Raja Josua (Yosua) 1250 SM, diteruskan dengan masa Raja-raja 1000-587 SM dengan Raja yang paling terkenal Raja Daud 1010-970 SM, yang membuat Yerussalem dan dilanjutkan oleh putranya Sulaiman (Shalomo/ Salomon) seperti yang ditentukan dalam Tanech (Perjanjian lama). Selanjutnya ketika Raja Nebukadnezar merebut Yerussalem dan menghancurkan Bait Allah 587 SM, bangsa Yahudi di Buang ke Babel disekitar wilayah Irak sekarang. Dari sejak itu daerah tersebut di kusai bangsa-bangsa selain Yahudi, sehingga kaum Yahudi terpencar diseluruh penjuru dunia selama lebih dari 2590 tahun.

Bangsa Yahudi juga menerima pengasingan oleh bangsa Roma sehingga mereka kembali tersebar didaerah Eropa dan Afrika Utara. Mereka mengklaim bahwa dimanapun mereka tinggal, mereka berhasil membangun, dan berkontribusi terhadap daerah tersebut. Pada saat perang Dunia ke II yang di motori oleh Nazi Jerman, terjadi Holocaust atau pembantaian kaum Yahudi secara besar-besaran.

Dibawah pimpinan Ben Gurion, Israel mengklaim kemerdekaan atas Israel pada tahun 1948 meski tidak direstui oleh banyak bangsa, terutama oleh bangsa-bangsa Arab yang berada disekitarnya yang mulai menyerang Israel sehari setelah deklarasi kemerdekaannya, dan hal tersebut juga setelah berhasil menaklukan Inggris, bangsa yang melarikan mereka dari pembantaian yang terjadi di Eropa saat Perang Dunia II.

Bersambung..

Israel vs Bantuan kemanusiaan

israel

israel invasion

Seperti kebanyakan orang, saya hanya duduk, membaca, mengamati, dan akhirnya baru bisa hanya sebatas menanggapi fenomena2 yang terjadi dan menjadi berita yang disusun menjadi headline media massa2, dan lalu berpartisipasi menjadi kontributor luapan2 perspektif.

saya tertarik akhirnya menulis tentang israel bukan karna hanya kejadian yang baru saja terjadi, seputar diserangnya aktifis, relawan,reporter dan bantuan kemanusiaan yang di dalamnya termasuk dari Indonesia, negara kita tercinta. lebih dari itu, tentang konsepsi sebuah cara, visi dan misi dari konsekuen-nya manusia menyikapi masalah.

Jika kita menilik kebelakang tentang berbagai persoalan mengangkat betapa kejamnya pemerintahan israel dan sekutu-sekutunya terhadap wilayah Palestina dan pendamping2nya, tentunya kita bisa tersegarkan dengan berbagai artikel dan berita yang banyak seputar permasalahan tersebut, namun fenomena yang muncul dan tenggelam serta rubrik2 baru dalam pola media massa yang hadir dalam berbagai form dan formulasinya seakan2 hanya jadi kendaraan untuk sesuatu yang pantas jadi berita, atau seyogyanya media massa, institusi2 tersebut hanya akan membawa kita dan menyulut emosi, antipati, partisipasi, pragmatisasi, serta konsentrasi para pembacanya. sesaat.

Benar, kita berhak memilih mana berita yang jadi konsumsi kita untuk akhirnya di tanggapi, di cerna dan jadi source berfikir kita, namun apakah benar, kita benar-benar memilih?

kita diberi asupan berita yang sangat variatif setiap saat, dan sebagian kita tau bahwa berita2 tersebut berafiliasi dengan berbagai kepentingan, sehingga kadangkala konten yang akhirnya terbubuhkan dalam berita tersebut menjadi sangat subjektif, terpikirkan pula oleh kita akhirnya secara spontan “apa yang harus”nya” dilakukan terhadap hal tersebut”. namun, hanya sebatas itu.

sinisme, simpati, dan dorongan bagi para pembaca hanya sebatas keingintahuan, dan pemenuhan hasrat konsumsi berita dan additional2nya. sedikit.

Dan akhirnya, menurut saya yang paling benar adalah, memilih satu fokus dan memulai dari hal yang kecil, membawa cerita2 disekelilingnya untuk jadi penujang aktifasi kinerja kita terhadap fokus yang kita pilih tersebut, dan ternyata jika anda tertarik dengan berita tentang israel dan kelakuan-kelakuannya, kenapa hanya sampai membaca artikel ini, mungkin anda harus mulai melakukan sesuatu yang lebih real. jadi pendukung israel atau menjadi lawannya. secara nyata.

Terbesit pemikiran ini dari banyaknya berita tentang israel belakangan, dan untuk yang mungkin berpikir memulai sesuatu yang nyata, bagaimana jika mulai mengumpulkan informasi2 dari banyak source dan mulai berpikir objektif, konstruktif, inspiratif, kreatif dan aplikatif.

Daftar pustaka; Kaukus parlemen Indonesia kutuk tindakan Israel, Demonstran anti-Israel di Kuala Lumpur, nyaris sembelih leher sendiri, Mahasiswa Bakar Ban di Samarinda, Kecam Israel, Israel rilis video serangan ke Mavi Marmara, Demo kecam aksi Israel bergulir Kemlu imbau WNI tunda perjalanan ke Gaza, Malaysia protes serangan israel terhadap relawan, Sejumlah Kerjasama Turki-Israel Terancam Batal, Detik-detik Penyerangan Israel ke Misi Gaza, Serbu Israel, Dua militan Gaza tewas, Israel Tahan 480 Aktivis, Usir 48, Testimoni Tentara Israel, Relawan ke Gaza, Kemenlu: 1 WNI Luka, Dituduh Menyusup, Tentara Israel Bunuh Pejuang Palestina, Israel Tahan 610 Aktivis Pro Palestina, Israel Bebaskan Semua Aktivis Bantuan Untuk Gaza,Turki Akan Tinjau Hubungannya Dengan Israel,Sejarah Israel – Sejarah Berdirinya Israel – Negara Yahudi Israel, Israel Terus Dikecam,Presiden Palestina: Serangan Israel Tindakan Terorisme , MER-C Tak Kapok Menembus Gaza

/ <![CDATA[
// // <![CDATA[
// <![CDATA[
var ox_swf = new FlashObject(‘http://ads.suryacitra.com/www/images/c940d2bc8655e7ef804b207597033312.swf&#8217;, ‘Advertisement’, ‘300’, ‘250’, ‘9’);
ox_swf.addVariable(‘clickTARGET’, ‘_blank’);
ox_swf.addVariable(‘clickTAG’, ‘http%3A%2F%2Fads.suryacitra.com%2Fwww%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D118__zoneid%3D15__cb%3D3d8b7051d6__oadest%3Dhttp%253A%252F%252Fbola.liputan6.com%252F’);
ox_swf.addParam(‘wmode’,’transparent’);
ox_swf.addParam(‘allowScriptAccess’,’always’);
ox_swf.write(‘ox_da473a3d917249c9c99bc0edab3fb9eb’);
if (ox_swf.installedVer.versionIsValid(ox_swf.getAttribute(‘version’))) { document.write(”

“); }
//
// ]]>

// <![CDATA[
//// <![CDATA[
// <![CDATA[
var ox_swf = new FlashObject(‘http://ads.suryacitra.com/www/images/c8a9cd4a275c3ce2a2a5550341136230.swf&#8217;, ‘Advertisement’, ‘300’, ‘250’, ‘9’);
ox_swf.addVariable(‘alink1’, ‘http%3A%2F%2Fads.suryacitra.com%2Fwww%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D56__zoneid%3D16__cb%3D6bee6a506b__oadest%3Dhttp%253A%252F%252Fm.liputan6.com%252Fassets%252Fapp%252Fliputan6.jad’);
ox_swf.addVariable(‘atar1’, ‘_blank’);
ox_swf.addParam(‘wmode’,’transparent’);
ox_swf.addParam(‘allowScriptAccess’,’always’);
ox_swf.write(‘ox_39e9c229c0b9d3f3bf26ed40847f0024’);
if (ox_swf.installedVer.versionIsValid(ox_swf.getAttribute(‘version’))) { document.write(”

“); }
//
// ]]>

Serbu Israel, Dua Militan Gaza Tewas