World without Chester Bennington?

I remember it just 2 days ago i was looking for Linkin Park on youtube, and i listen to “Talking to myself” and “Heavy” again and again while working in my comp. But last night it make my heart so broken when i look to twitter trending and found Chester Bennington was on top of the list, i wonder why and it make me very sad.

I though it was a joke but sadly its true. i didn’t even yet came to their live show…..

I really don’t know do i deserve to represent so many person who getting influence from his scream, song and idea. Years ago i am one in the million who mumbling their lyrics when i walk, wanna have tattoo, glasses and pierce like him. And having sometimes to play their song on small stage back in my hometown. While so many my friends listening to pop, and other shitty music back in the day, i feeling blessed have found his scream and his band Linkin Park and i still listening to their song while i writing this and having goosebumps. it feels like he has known this time will come and he said :

When my time comes, forget the wrong that i’ve done. Help me leave behind some reason to be missed, Don’t resent me and, when you’re feeling empty, keep me in your memory, leave out all the rest..

Bunch of news today about his death, some of them having deep condolence, some tell why and how he dies and some make him an example of bad decision, and i am here just stunt until i can write this.

Until this very time, i can’t accept the fact that he dies, but if it is what it is, he will still life within my heart forever, but the my world now will never be the same without this man.

Be nice 2017 or i wont forgive you!

Advertisements

Sarasvati, “Story of Peter”

malam jumat

Sarasvati album launching

Sudah sejak lama sejak saya tidak menenonton live music yang menyuguhkan sebenar-benarnya artis bear dan menghibur secara musikal. Biasanya hanya melihat performence di acara kampus yang walaupun di isi oleh live musik, namun menurut saya bukan disana letak hiburannya, tapi cukup menyenangkan.
hari kamis yang lalu, saya rasa saya mendengarkan kata hati saya untuk ikut temen saya menonton live musik, dia memberi tahu bahwa musik yang akan di suguhkan akan berbeda dari biasanya, dan saya cukup tertarik dari lirik yang diberitahu teman saya tersebut.
hari kamis malam, atau malam jumat tersebut meski pada jadwal yang ditetapkan di bumi sangkuriang pukul 7 malam, acara tersebut diberitahukan akan di tunda setengah jam. kemudian saya mengajak teman saya yang akan pulang ke amerika setelah mengajar di Unpar 2 tahun belakang ini. akhirnya acara dimulai pada pukul 7:45 setelah setiap menukarkan tiket yang di print melalui pendaftran online dengan cap di tangan.
Acara di mulai dengan diisi oleh live musik yang disuguhkan dari galih and friends, musik mereka cukup menghibur, meski saya mengkategorikan musik mereka adalah pop musik, namun dengan cara berbeda galih melantunkan tembangnya dengan add screaming, saya menyukainya, saya rasa saya ingin menciptakan musik yang hampir serupa dengannya.
selanjutnya live musik diteruskan dengan band yang juga menyuguhkan performence yang tidak begitu penting menurut saya, mereka menyebut diri mereka dengan nama 3 pagi, dengan teh dan cookies yang ada dihadapan mereka serta atraksi yang dimiripkan dengan adekan begadang, saya rasa bolehlah jika saya nilai mereka sedikit absurd, dan musiknya terdengar seperti efek rumah kaca bagi saya, meskipun saya tidak begitu menikmatinya, saya rasa cukup pas untuk membuka live musik utama yang akan dibawakan oleh saraswati.
Story of peter, saya rasa saraswati yang menyebut dirinya saravati dalam album yang dia isi dengan 7 lagu tersebut mencoba mengimplikasikan suasana melalui instalasi yang dia coba tampilkan di bumi sangkuriang pada malam itu. lampu yang di pajang ditaman di hiasi pecahan kaca dan boneka kayu yang ditaruh pada kursi merupakan hal yang paling saya ingat disamping, sketsa “peter” yang di taruh di dinding dekat tangga menuju ruangan akustik.
Saraswati yang di temani banyak sekali additional player, termasuk adiknya dan teman saya beserta adiknya sebagai keyboardis. Dengan sofa yang cukup nyaman didepan, Saraswati embawakan beberapa lagu yang menurut saya sedikit pop, meskipun arransementnya di tambahi dengan nuansa techno yang cukup mendominasi.
ada 2 dari tujuh lagu yang mengisi album sarasvati yang menurut saya sangat memiliki karakter, “story of peter” yang menjadi judul album sekaligus menjadi lagu menurut saya cukup enak untuk didengar oleh saya yang terinfluence baik dengan industrial musik, menurut saya lagu “story of peter” terdengar seperti gabungan antara “fantomas” dan imogen heap, agak berlebihan mungkin, namun menurut saya jika diteruskan sarasvati akan memiliki karakter musik yang berbeda dari band yang dahulunya anggotai “homogenic”.
Saya baru mengetahui dari salah seorang teman saya, bahwa “bilur” itu berarti “belur” atau luka dalam, diangkat dari bahasa sunda bilur termasuk pemilihan kata yang cukup menarik buat saya, oleh karna itu saya datang menonton performence musik yang disuguhkan sarasvati. Kata-katanya yang dilantunkan dengan sangat baikpun menjadi salah satu daya pikat bagi saya, pemilihan kata yang tidak konvensional ini menurut saya pekerjaan yang akan membutuhkan tenaga menjadikannya sebuah lagu yang pop dimasyarakat, bahkan untuk segmentasi yang dipilih sarasvati untuk dimasuki, namun dengan demikian, lagu ini mungkin hanya akan dimengerti segelintir orang sehingga, lagu ini bisa jadi lagu yang memorable bagi kalangan tersebut.
overall malam kamis tersebut akhirnya menjadi malam yang cukup menarik bagi saya secara pribadi, wanita saya yang saya tinggal dalam kondisi mengerjakan pesenan gambarnya, malam jumat, bumi sangkuriang, teman-teman, ciumbeluit. kombinasi yang jarang saya temui belakangan diluar kerjaan yang membumbung.

Gurindam 12

Raja Ali Haji

Raja Ali Haji

Merespon tulisan teman saya tentang review buku karya andrea hirata yang baru bertajuk padang bulan dan cinta didalam gelas, didalamnya saya jadi teringat salah satu pahlawan Indonesia yang memiliki andil besar dalam penciptaan karakteristik bangsa dengan bahasa Indonesia yaitu Raja Ali Haji. Melalui tangan dingin beliau lahirlah Pedoman Bahasa tentang Tata Bahasa Melayu yang kemudian hari di sahkan sebagai Bahasa Nasional Indonesia dalam Kongres Pemuda Indonesia, 28 Oktober 1928.

Raja Ali Haji yang bernama lengkap Tengku Haji Ali al-Haj bin Tengku Haji Ahmad bin Raja Haji Asy-Syahidu fi Sabillah bin Upu Daeng Celak merupakan seorang pahlawan multi disiplin, beliau bukan hanya berjasa atas perkembangan budaya Indonesia melalui syair-syairnya, beliau juga memiliki andil dalam penulisan sejarah, tata negara dan hukum. Sayangnya Raja Ali Haji yang merupakan bangsawan bugis adalah cucu dari Raja Haji Fisabilillah, seorang pahlawan daerah Riau-Lingga ditetapkan sebagai pahlawan nasional baru sejak 5 November 2004, sungguh hal sulit dipercaya mengingat jasa besar beliau terhadap bangsa Indonesia.

Raja Ali haji Lahir di pulau Penyengat dareha Riau yang pada dahulu kala-nya merupakan pusat Kerjaan Riau Lingga-Johor dan Pahang pada tahun 1809 dari 16 orang bersaudara.

Karyanya yang paling tersohor adalah Gurindam 12 dan masuk kedalam buku karangan Sultan Takdir Alisabana bertajuk puisi lama tahun 1969. Gurindam 12 ini pernah masuk kedalam buku pelajaran melayu saya dahulu kala, rasa malu ketika disaat sekarang sudah lagi melupakan karya besar dari pahlawan nasional ini, berikut isi Gurindam 12 karya besar Raja Ali haji ini;

Gurindam 12 pasal 1

Barang siapa tiada memegang agama,sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat,maka ia itulah orang ma’rifat Barang siapa mengenal Allah,suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri,maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari. Barang siapa mengenal dunia,tahulah ia barang yang terpedaya. Barang siapa mengenal akhirat,tahulah ia dunia melarat.

Gurindam 12 pasal 2

Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua temasya. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam 12 pasal 3

Apabila terpelihara mata, sedikitlah cita-cita. Apabila terpelihara kuping, khabar yang jahat tiadalah damping. Apabila terpelihara lidah, nescaya dapat daripadanya faedah. Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan, daripada segala berat dan ringan. Apabila perut terlalu penuh, keluarlah fi’il yang tiada senonoh. Anggota tengah hendaklah ingat, di situlah banyak orang yang hilang semangat. Hendaklah peliharakan kaki, daripada berjalan yang membawa rugi.

Gurindam 12 pasal 4

Hati kerajaan di dalam tubuh, jikalau zalim segala anggota pun roboh. Apabila dengki sudah bertanah, datanglah daripadanya beberapa anak panah. Mengumpat dan memuji hendaklah pikir, di situlah banyak orang yang tergelincir. Pekerjaan marah jangan dibela, nanti hilang akal di kepala. Jika sedikitpun berbuat bohong, boleh diumpamakan mulutnya itu pekong. Tanda orang yang amat celaka, aib dirinya tiada ia sangka. Bakhil jangan diberi singgah, itupun perampok yang amat gagah. Barang siapa yang sudah besar, janganlah kelakuannya membuat kasar. Barang siapa perkataan kotor, mulutnya itu umpama ketur. Di mana tahu salah diri, jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam 12 pasal 5

Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa, Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia. Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia. Jika hendak mengenal orang yang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu. Jika hendak mengenal orang yang berakal, di dalam dunia mengambil bekal. Jika hendak mengenal orang yang baik perangai, lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam 12 pasal 6

Cahari olehmu akan sahabat, yang boleh dijadikan obat. Cahari olehmu akan guru, yang boleh tahukan tiap seteru. Cahari olehmu akan isteri, yang boleh menyerahkan diri. Cahari olehmu akan kawan, pilih segala orang yang setiawan. Cahari olehmu akan abdi, yang ada baik sedikit budi.

Gurindam 12 pasal 7

Apabila banyak berkata-kata, di situlah jalan masuk dusta. Apabila banyak berlebih-lebihan suka, itulah tanda hampir duka. Apabila kita kurang siasat, itulah tanda pekerjaan hendak sesat. Apabila anak tidak dilatih, jika besar bapanya letih. Apabila banyak mencela orang, itulah tanda dirinya kurang. Apabila orang yang banyak tidur, sia-sia sahajalah umur. Apabila mendengar akan khabar, menerimanya itu hendaklah sabar. Apabila menengar akan aduan, membicarakannya itu hendaklah cemburuan. Apabila perkataan yang lemah-lembut, lekaslah segala orang mengikut. Apabila perkataan yang amat kasar, lekaslah orang sekalian gusar. Apabila pekerjaan yang amat benar, tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam 12 pasal 8

Barang siapa khianat akan dirinya, apalagi kepada lainnya. Kepada dirinya ia aniaya, orang itu jangan engkau percaya. Lidah yang suka membenarkan dirinya, daripada yang lain dapat kesalahannya. Daripada memuji diri hendaklah sabar, biar pada orang datangnya khabar. Orang yang suka menampakkan jasa, setengah daripada syirik mengaku kuasa. Kejahatan diri sembunyikan, kebaikan diri diamkan. Keaiban orang jangan dibuka, keaiban diri hendaklah sangka.

Gurindam 12 pasal 9

Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan, bukannya manusia yaituiah syaitan. Kejahatan seorang perempuan tua, itulah iblis punya penggawa. Kepada segaia hamba-hamba raja, di situlah syaitan tempatnya manja. Kebanyakan orang yang muda-muda, di situlah syaitan tempat berkuda. Perkumpulan laki-laki dengan perempuan, di situlah syaitan punya jamuan. Adapun orang tua yang hemat, syaitan tak suka membuat sahabat Jika orang muda kuat berguru, dengan syaitan jadi berseteru.

Gurindam 12 pasal 10

Dengan bapa jangan durhaka, supaya Allah tidak murka. Dengan ibu hendaklah hormat, supaya badan dapat selamat. Dengan anak janganlah lalai, supaya boleh naik ke tengah balai. Dengan isteri dan gundik janganlah alpa, supaya kemaluan jangan menerpa. Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.

Gurindam 12 pasal 11

Hendaklah berjasa, kepada yang sebangsa. Hendaklah jadi kepala, buang perangai yang cela. Hendaklah memegang amanat, buanglah khianat. Hendak marah, dahulukan hajat. Hendak dimulai, jangan melalui. Hendak ramai, murahkan perangai.

Gurindam 12 pasal 12

Raja muafakat dengan menteri, seperti kebun berpagarkan duri. Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja. Hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh inayat. Kasihkan orang yang berilmu, tanda rahmat atas dirimu. Hormat akan orang yang pandai, tanda mengenal kasa dan cindai. Ingatkan dirinya mati, itulah asal berbuat bakti. Akhirat itu terlalu nyata, kepada hati yang tidak buta.