Diluar negeri dikenal sebagai Rosewood, di Indonesia kita sebut Sonokeling

Spesifikasi Sonokeling

  • Sonokeling, Indian Rosewood, East Indian Rosewood
  • Distribusi : India, Sri Langka, Indonesia
  • Ukuran : Tinggi hingga 30 meter dan lebar hingga 1.2 meter
  • Berat Kering Rata-rata : 830kg/m³
  • Terdapat 2-3 pori berganda radial, baur dan soliter berjumlah 5 hingga 8 pori per mm²
  • Diameter tangensial sekitar 80-175 mikron dengan bidang perforasi sederhana berendapan merah kecoklatan
  • Berat jenis, sedang hingga berat sekitar 0,83 berada di antara 0,77-0,86
  • Kelas awet 1
  • Kelas kuat 2

Kayu Rosewood atau Kayu Sonokeling Banyak Terdapat di Indonesia

Kayu Rosewood atau Sonokeling sudah menjadi salah satu komoditi utama bagi para pengusaha mebel dan pengrajin kayu karena teksturnya sangat kuat serta memiliki daya tahan yang tinggi. Selain itu, kayu ini memiliki sisi keindahan dengan perpaduan urat kayu yang lurus dan bergelombang berwarna coklat serta bercak hitam. Rosewood adalah salah satu jenis kayu yang memiliki guratan dengan warna gelap sehingga terlihat unik dibanding bahan baku kayu pada umumnya.

Kayu Rosewood Sebagai Bahan Baku Berkualitas Tinggi

Sementara warna putih atau krem hanya terdapat pada pinggiran kayu dan bentuknya melingkar tepat berada di permukaan luar setelah kulit kayu dikupas. Lebar warna putih pada kayu ini hanya sekitar 1 sampai 5 cm membungkus bagian dalam dan tentunya akan hilang jika kayu sudah dipotong-potong. Kayu Rosewood merupakan salah satu kayu unggulan dan banyak disukai masyarakat yang memiliki minat akan seni serta keindahan.

Jenis kayu ini memiliki tingkat keawetan yang tinggi serta kebal terhadap serangan serangga maupun jamur perusak. Bobot kayu juga memang termasuk sebagai bahan baku yang agak berat dan banyak dimanfaatkan untuk pembuatan lemari serta meja kursi. Kebanyakan masyarakat Indonesia menggunakan kayu ini sebagai bahan utama furniture ruang tamu karena memberikan kenyamanan dan kehangatan ketika duduk di kursi tersebut.

  1. Furniture. Karena teksturnya yang keras sehingga termasuk sebagai kayu berkualitas tinggi dan fleksibel digunakan untuk berbagai macam barang. Banyak yang menggunakannya sebagai ornamen lantai karena berdasarkan tingkat kekerasannya dan juga segi keindahan dari kayu ini. Jika kita pernah melihat rumah Joglo masyarakat Jawa, maka sebagian besar bahan bakunya menggunakan kayu Rosewood kecuali pada tiangnya.
  2. Alat Musik. Pemanfaatan lainnya digunakan sebagai alat musik, seperti gitar akustik dan gitar elektrik karena bisa menghasilkan suara yang bagus. Banyak produsen gitar dan biola yang memilih kayu Rosewood sebagai bahan baku utama untuk keindahan suara dan corak warnanya yang sangat indah. Kayu Rosewood digunakan hampir pada semua ornamen kedua alat musik tersebut, dari ujung atau grid nada sampai kontruksi untuk badan gitar dan biola.
  3. Produk-produk kecil. Pengaplikasian kayu ini juga digunakan kebutuhan mode sebagai bahan untuk pembuatan jam tangan, pulpen, kerangka kacamata, pipa rokok dan lainnya. Barang lainnya yang menggunakan kayu ini antara lain kipas angin gantung, sisir, gelang dan rosario. Selain itu, dimanfaatkan untuk pembuatan alat olahraga, seperti bet tenis meja, pedang kayu atau bokken, dan bidak catur. Sekitar tahun 50an, pembuatan radio dan televisi juga menggunakan bahan baku kayu Rosewood sebagai tampilan luarnya sehingga terlihat lebih indah dipandang.
  4. Tableware. Untuk kebutuhan kuliner, ada beberapa alat yang menggunakan kayu ini seperti piring, sendok, nampan, sumpit serta gagang pisau. Sedangkan pada bidang otomotif juga dimanfaatkan untuk bahan baku stir mobil pada kendaraan Mercedez Benz dan juga pada bagian luar speedometer serta interior pintu bagian dalam dan juga AC mobil. Barang lainnya yang terbuat dari kayu ini antara lain tongkat, notebook kayu dan kerajinan kayu lainnya seperti pahatan patung, gapura pintu dan jendela.

Pohon Rosewood di Indonesia

Bagi masyarakat Indonesia, kayu Rosewood bukanlah barang asing karena di negeri ini banyak tumbuh jenis kayu tersebut dan biasa disebut dengan nama kayu Sonokeling. Pada saat musim kemarau, daunnya berguguran dan merupakan pohon asli Indonesia yang sudah ada sejak masa lampau. Pohon Sonokeling sebagian besar berada di daerah Jawa Tengah serta Jawa Timur. Pohon ini juga banyak tumbuh di negara India dan berada di kawasan hutan hujan tropis di daerah pegunungan. Kayu Sonokeling termasuk dalam daftar merah sejak tahun 1998 karena populasinya yang semakin menurun.

Umumnya para pengusaha kayu Sonokeling memanen pohon tersebut ketika sudah berusia lebih dari 10 tahun agar hasil kayu berkualitas dan harganya juga tinggi. Kayu Sonokeling dengan ukuran dan kualitas maksimal sebaiknya dipanen pada umur 20 tahun. Namun ada juga pengusaha yang memanen pohon Rosewood setelah berusia 5 tahun untuk digunakan sebagai bahan pembuatan barang-barang kerajinan. Pohon yang ditebang masih bisa tumbuh lagi sehingga bisa melakukan panen 2 kali karena bibit pohon dapat tumbuh di bekas tebangan pohon. Pohon Sonokeling atau Redwood ini cocok dijadikan kayu untuk investasi, dengan ketersediaannya yang kini bahkan lebih sedikit dibandingkan dengan kayu Jati, sedangkan karakternya yang mempesona bagi pencinta produk-produk kayu, harganya menjadi semakin meningkat. Investasi yang di maksud dapat berupa bahan baku setengah jadi serta hutan kayu-nya.

Kelebihan dan kekurangan kayu Sonokeling

  1. Warna kayu yang indah dan elagan. Kayu Sonokeling bewarna coklat hingga kehitaman dengan variasi tekstur yang menawan dan memberikan kesan yang eksklusif.
  2. Bagian gubal yang biasa dijadikan bahan baku, bersifat keras sehingga dapat dibuat menjadi produk-produk kecil yang detail. Karena termasuk kayu keras juga dapat di ukir kecil-kecil
  3. Meskipun keras, Kayu Sonokeling tidak mudah retak dan memiliki daya membal yang cukup baik, sehingga banyak juga yang digunakan sebagai popor senjata atau handle dari pistol.
  4. Karena keuatannya, kayu Sonokeling juga sering digunakan sebagai Booken, atau pedang kayu untuk latihan. Massa Jenis yang cukup berat lebih dekat massa yang dimiliki logam pada pedang samurai.
  5. Bagian gubalnya, dalam kondisi kering juga tahan terhadap serangan jamur dan rayap. Sedangkan kayu terasnya perlu treatment khusus supaya lebih awet, bagian teras ini bewarna lebih terang dibandingkan dengan gubalnya, dan sering dijadikan bahan kesenian karena masih menampakkan karakteristik ulir kayu Sonokeling.
  6. Sebagian orang dapat terdampak alergi dari serbuk kayu ini. Bagi yang memiliki alergi tersebut, serbuk kayu Sonokeling dapat menyebabkan ruam dan gatal-gatal.
  7. Redwood atau Sonokeling memiliki kadar air yang cukup tinggi hingga 15% sehingga perlu treatment seperti pengeringan alami atau buatan sehingga kadar air bisa mencapai 10%-12%

Bagi para pengrajin, kayu Sonokeling termasuk bahan yang sulit untuk dipotong secara manual karena teksturnya yang keras. Tentu saja proses pemotongan harus menggunakan gergaji mesin agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dan hasil potongan juga lebih rajin. Selanjutnya para pengrajin hanya perlu melakukan proses finishing untuk segala kebutuhan barang yang menggunakan kayu Rosewood. Harga kayu ini dipasaran mulai dari Rp 1.300.000 perkubiknya untuk parket berukuran 180x90x1,5cm. Sedang dalam bentuk lembaran  berukuran 300x20x3cm bisa mencapai Rp 16.000.000/m³.

Keris dan Tombak Tiworo Liya

Keris dan Tombak Tiworo liya merupakan senjata tajam tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Kedua senjata ini juga merupakan senjata yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, dan juga menjadi salah satu senjata yang sangat bersejarah bagi Pulau Sulawesi.

Sulawesi tenggara sendiri merupakan pulau di Indonesia yang memiliki banyak tempat bersejarah seperti Benteng keraton Buton yang bahkan menjadi benteng terluas di dunia, selain itu masih banyak tempat bersejarah lainnya, salah satunya ialah benteng Liya yang berokasi di Desa Liya Togo, beberapa tempat bersejarah di Sulawesi Tenggara tersebut merupakan saksi bisu dari kejayaan kerajaan pada zaman dahulu. Para kerajaan yang mempengaruhi senjata tradisional yang ada di Sulawesi Tenggara ini, sebab beberapa senjata tradisional yang ada di Sulawesi Tenggara ini merupakan peninggalan dari zaman kerajaan. Sebab kebudayaan yang ada pada masa lampaulah yang memberikan pengaruh erat akan bentuk dan kegunaan senjata tradisional tersebut, baik itu senjata yang di gunakan sebagai peralatan bercocok tanam, berburu bahkan untuk berperang melawan para musuh.

Lihat Juga : Alamang, Senjata Khas Sulawesi Selatan

Keris Meantu’u Tiworo Liya

Keris memang merupakan senjata tradisional yang sudah ada sejak dahulu kala, bahkan tidak hanya di Sulawesi Tenggara saja, kehadiran Keris sudah lama ada di beberapa pulau lainnya di Indonesia, misalnya di Pulau Jawa ataupun Sumatra, namun senjata tersebut tetap memiliki perbedaan yang di diwujudkan dari bentuk senjata tersebut, baik itu dari ukiran maupun motif yang terdapat pada keris tersebut, namun bukan hanya itu, sejarah atau pengaruh kerajaan menjadi perbedaan yang sangat mencolok dari setiap senjata tradisional, sebab dibalik bentuk senjata tersebut terdapat banyak cerita yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai asal usul dari senjata itu, bahkan tak jarang beberapa dari cerita tersebut membuat masyarakat percaya akan kekuatan magis yang terkandung dalam senjata tradisional tersebut.

Lihat Juga : Gayang – Benda Hidup yang Harus Dijaga Tuannya

Keris Triwolo Liya atau Keris Meantu’u Liya ialah senjata tajam yang digunakan untuk menikam atau menusuk musuh dari jarak dekat, keris ini sendiri digunakan sebagai senjata perang yang digunakan oleh para prajurit atau pun rakyat kerajaan pada masa pemerintahan Raja Liya. Pada masanya, keris ini merupakan keris yang dimiliki oleh Raja Liya atau Lakina Liya, keris ini dipercaya memiliki kekuatan yang sangat sakti. Raja Liya sendiri bertugas untuk mengamankan dan mengatur semua hasil panen rakyat pada masa kerajaannya.

Bentuk dan bahan baku Keris Tiworo

Keris Triwoloyo berbentuk tidak memiliki Luk layaknya keris yang banyak di kenal oleh masyarakat, keris ini memiliki panjang kurang lebih 30cm. dengan terbuat dari besi dan logam mulia.

Tombak Tiworo Liya

Jika Keris Tiworo Liya merupakan senjata tajam yang digunakan untuk menyerang musuh dengan jarak dekat, Tombak Tiworo Liya kebalikannya, senjata tradisional ini digunakan sebagai senjata berperang dari jarak jauh. Senjata ini juga sama seperti keris Tiworo Liya, yang juga dimiliki oleh petinggi kerajaan di masa pemerintahan raja Liya.

Bentuk dan Bahan Baku Tombak Tiworo Liya

Tombak Tiworo Liya ini berbentuk sama seperti tombak pada umumnya, hanya saja mata tombak yang terbuat dari besi, berukuran seperti segitia dengan ujung yang sangat runcing dan tajam. Tangkai atau tongkat tombak sendiri terbuat dari kayu yang sangat kuat.

Sejarah yang mempengaruhi senjata Keris dan Tombak Tiworo Liya

Sesuai dengan nama senjata ini, yakni Tiworo Liya, yang berasal dari nama salah satu pembesar pada masa Kerajaan Liya yakni Meantu’u Tiworo. Meantu’u Tiworo ialah salah satu pembesar yang berkuasa untuk mengamankan atau mengatur semua hasil tenanaman rakyat yang berada di pesisir pantai pada masa pemerintahan Raya Liya. Beliau adalah orang yang sangat sakti pada masanya, dan kesaktiannya sendiri salah satunya terdapat pada keris dan tombaknya. Tidak tanggung-tanggung kesaktian yang ada pada keris dan tombaknya ini bisa membunuh semua orang jahat yang ada di perairan laut Liya, seperti para bajak laut yang hendak menghampiri pantai Liya atau berada di kawasan perairan Liya. Senjata keris dan Tombak tersebut hanya di tancapkan pada Laut, dan semua orang jahat yang ada di sekitaran laut Liya akan meninggal dunia. Sehingga pada masa itu, setiap kapal atau perahu yang ada di tengah perairan laut Liya, selalu ditemukan banyak mayat yang ada di kapal tersebut. Cerita tentang kesaktian Meantu’u Tiworo ini deceritakan oleh salah satu keturunan beliau sendiri yang bernaa Haji Muhammad, beliau meninggal pada 18 Maret 2010 lalu di desa Wote’a lingkungan Benteng Keraton Liya. Tombak dan Keris Meatu’u Tiworo Liya sendiri masih ada hingga saat ini bahkan lengkap dengan Gendang (Tamburu)nya..

Sumber : Kerajaan Tiworo

Keris Aru Palaka Peninggalan Kerajaan Bone

Sesuai dengan namanya, Keris Pusaka Emas Aru palaka ini adalah salah satu senjata tradisional yang dianggap sebagai benda pusaka bagi masyarakat setempat. Keris ini sudah ada sejak masa kerajaan Buton dan juga merupakan senjata pusaka dari raja-raja di kerajaan Buton, Sulawesi Tenggara.

Senjata keris ini, digunakan sebagai senjata untuk melawan musuh dengan cara ditikam atau di tusukkan dengan jarak yang dekat. Keris pusaka ini hanya dimiliki oleh anggota kerajaan saja, atau lebih tepatnya raja-raja di Kerajaan Buton. Bahkan kembaran daripada keris Pusaka ini pernah di berikan kepada Sulton Buton yang ke sembilan yakni Sultan Qaimuddin Malik sirullah Khalifatul Khamis oleh Aru Palaka pada tahun 1660, tepatnya di Bulan Oktober.

Lihat Juga : Alamang Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

Keris Pusaka Emas Aru Palaka ini sangat memiliki nilai sejarah dan leluhur yang tinggi, sebab ia juga merupakan saksi bisu dari masa kerajaan sejak dahulu kala, selain itu nilai materi yang terkandung pada keris ini juga sangat tinggi, sebab sesuai dengan namanya, keris ini memang berlapiskan emas, wajar saja karena yang memiliki keris ini pada zaman dahulu hanya para raja di kerajaan Buton.

Bentuk Keris Pusaka Emas Aru Palaka

Keris ini memiliki bentuk seperti keris pusaka pada umumnya dengan luk yang ada pada bagian kerisnya, pada bagian hulu keris berlapis emas dengan dilengkapi permata yang menghiasi bagian dari keris pusaka itu. Lapisan emas dan permata juga terdapat pada sarung keris.

Lihat Juga :  Badik Lompo Battang

Bahan Baku Pembuatan Keris

Berbeda dengan keris biasanya, keris ini dibuat dengan bahan baku yang sangat mewah yakni dengan di lapisi emas dan batu permata di bagian sarung dan hulu keris.

Keris Pusaka Emas Aru Palaka, Peninggalan Pusaka Raja Arung Palaka

Banyak cerita tentang kejayaan Raja Aru Palaka atau Arung Palaka, yang mana merupakan Sultan Bone. Beliau ialah sosok raya yang sangat dihormati oleh rakyatnya, karena beliau sangat berpengaruh dalam kekuatan Maritim besar yang dimiliki suku Bugis di abad ke 17. Banyak sekali kisah menarik yang dimiliki oleh Aru Palaka. Begitu juga dengan peninggalan yang di tinggalkan oleh beliau yang dianggap sebagai senjata dan benda pusaka oleh masyarakat. Benda dan senjata pusaka yang ditinggalkan oleh beliau selalu di lapisi emas dan batu permata yang menghiasi tampilannya, salah satunya seperti Keris Pusaka Emas Aru Palaka. Keris ini menjadi senjata peninggalan dari kerajaan Buton, sebab di berikan oleh Aru Palaka sendiri kepada kekerajaan Buton, bahkan kembaran dari keris ini yang mana di serahkan lansung oleh Aru Palaka kepada Sultan Buton pada tahun 1660, yang di dampingi oleh istrinya yaitu Imangkawani Daeng Talele dan para sahabatnya yaitu Arung Apanang, Arung Belo, Arung Bila, Arung Kaju dan Arung Pattojo.

Selain dari Bentuk dan kemewahan yang dimiliki oleh Keris Pusaka Emas Aru Palaka, yakni dengan lapisan emas yang melapisi sarung dan hulu keris pusaka ini, kesaktian dari senjata pusaka yang dimiliki raja ini juga sangat mengagumkan. Konon katanya pada zaman dahulu, keris pusaka ini mampu memunuh lawannya hanya dengan sedikit goresan. Oleh karena itu, Keris ini sangat disayangi oleh sang raja, dan juga menjadi senjata andalan yang selalu di bawa oleh raja dalam setiap perperangan kerajaan. Bentuknya yang mewah juga menjadikan keris ini sebagai simbol kekayaan dari kerajaan di Sulawesi Tenggara.

Sumber : Tradisi Kita

Kampak Nusa Tenggara Timur, Senjata Favorit Museum Rote

Kampak atau yang kita kenal pula dengan Kapak adalah alat sekaligus senjata tajam yang merupakan senjata tradisional dari Nusa Tenggara Timur, senjata tradisional ini tidak difungsikan sebagai senjata melainkan sebagai alat yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk membantu mengurangi atau meringankan pekerjaan mereka.

Kampak Sebagai Alat Pemotong Kayu

Salah satu kegunaan Kampak ialah untuk memotong kayu, masyarakat banyak menggunakan kampak sebagai alat pemotong kayu tradisional, mata kampak yang tajam dan kuat membuat alat ini bisa dengan mudah untuk memotong batang kayu atau pohon yang besar. Dengan menggunakan alat ini juga bisa dengan mudah untuk memotong benda lainnya yang terbuat dari kayu yang tebal.

Pada zaman dahulu kegunaan Kampak sudah biasa digunakan sebagai alat pemotong kayu yang besar, namun tak jarang juga Kampak digunakan sebagai alat atau senjata perang tradisional yang digunakan oleh masyarakat untuk melawan musuh, terlebih di zaman perperangan khususnya zaman sejarah, senjata kapak mudah untuk di buat dan digunakan. Cara pengunaan kampak, hanya di ayunkan dengan keras pada benda atau kayu yang ingin di potong.

lihat juga : Mengingat kembali senjata-senjata tradisional Indonesia

Bentuk Kampak

Kampak berbentuk seperti huruf T dan juga L, pasalnya saat ini banyak sekali variasi dari bentuk kapak. Mata Kampak sendiri umumnya berbentuk seperti trapesium ataupun persegi., Kampak bermata dua, yang mana kayu yang digunakan sebagai pegangan kampak, akan di letakan ditengah-tengah, sementara mata kampak memiliki 2 bagian yang tajam, dibagian kiri dan kanan, sehingga penggunaan kampak bisa dengan membolak balik mata kampak saat memotong kayu, dan hal itu akan memudahkan pekerjaan. Dan untuk kampak yang terlihat berbentuk seperti huruf L, biasanya kampak tersebut hanya memiliki satu mata kampak, sehingga tongkat kampak berada di salah satu sisi kampak saja. Panjang kampak kurang lebih 80 cm dengan lebar mata kampak kurang lebih 10 hingga 20 cm. panjang mata kampak pun tidak lebih dari 17cm. berat kampak sendiri bervariasi, tergantung dari bahan yang digunakan,semakin kuat dan tebal besi yang digunakan sebagai mata kampak maka semakin berat pula masa kampak. Umumnya untuk kampak yang digunakan sebagai alat pemotong kayu atau alat perkebunan, kurang lebih 2 hingga 3 kilogram.

Bahan Baku Kampak

Kampak biasanya terbuat dari kayu dan besi , yang terdiri dari bagian tangkai dan mata kampak . mata kampak bisa terbuat dari besi maupun logam. Mata kampak tersebut di ikatkan atau di satukan dengan kayu yang digunakan sebagai tangkai kampak, dan menjadi tempat untuk memegang alat tersebut. Kayu yang digunakan sebagai tangkai kampak haruslah kayu yang kuat. Di zaman yang sudah modern ini, bahan kampak dibuat sebagus dan senyaman mungkin untuk digunakan, misalnya dengan tangkai kampak yang halus, sehingga sangat mudah untuk digunakan.

Akan tapi, pada zaman dahulu, pembuatan kampak sangat lah sederhana, bahkan bahan dasar kampak pada zaman dahulu, hanya terbuat dari kayu dan batu yang diasah dengan tajam untuk menjadi mata kampaknya, lalu diikatkan dengan tali yang terbuat dari akar kayu pada batang kayu yang kuat sebagai tangkainya.

Oleh karena itu,selain sebagai senjata tradisional, kampak juga merupakan senjata tajam yang memiliki usia yang sangat tua, yakni sudah ada sejak zaman pra sejarah. Sehingga penggunaan kampak sangat multifungsi, mulai dari senjata perang, hingga pekakas perkebunan. Bagi masyarakt Nusa Tenggara Timur sendiri, kampak banyak digunakan untuk membantu mereka berkebun.

Sejarah Kapak di Nusa Tenggara Timur

Keberadaan Kampak di Indonesia bagian timur sudah sangat lama, bahkan sudah sejak ratusan tahun yang lalu, hal ini dibuktikan dengan adanya 2 kampak yang tebuat dari perunggu yang disebut sebagai Kapak Upacara. Kampak tersebut di percaya oleh masyarakat setempat memiliki kekuatan spiritual dan dianggap sebagai benda pusaka yang sakral. Kampak yang pertama di temukan di pulau Rote pada tahun 1875 dan yang satunya di temukan di pulau Sabo pada tahun 1971. Saat ini kampak tersebut menjadi salah satu koleksi dari Museum NTT.

Teknik pembuatan kapak berbeda dengan pembuatan pisau atau pedang. Teknik ini berkembang sejak jaman Perundagian dan telah berkembang sejak 3000 SM di wilayah Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Teknik pembuatan kapak dikenal pada saat ini dengan teknik Cor. Secara umum Teknik pencetakan logam ada dua yaitu Bivalve dan Lilin (A Cire Perdue) Pada masa awal penggunaan perunggu yang merupakan kombinasi antara Timah dan Tembaga teknik Cor yang digunakan diasumsikan adalah teknik Bivalve. Teknik Bivalve menggunakan dua buah cetakan dengan rongga pada bagian tengahnya, sedangkan teknik lilin biasanya digunakan untuk jenis cor-an logam yang lebih detail.

Penggunaan logam oleh bangsa Indonesia menurut Wikipedia menjadi pertanda intensifnya perdagangan antara pulau-pulau Nusantara sejak zaman dahulu. Dengan perdagangan dapat disimpulkan bahwa terjadi berbagai distribusi seperti material, pengetahuan serta barang dagangan jadi (produk). Namun pendapat Wikipedia bahwa intensitas perdagangan yang terjadi pada awal-awal masehi masih perlu dilakukan berbagai penelitian, karena yang diklaim sebagai kerajaan pertama di Indonesia baru muncul pada abad ke 10. Hal ini menjadi kontradiksi karena penggunaan perunggu di wilayah Indonesia dalam artikel yang sama sudah rama pada abad 500 SM.

Kapak yang ditemukan di Landu kepulauan Rote pada tahun 1875 dibuat dengan detail dan artistik namun tidak memenuhi prinsip ergonomi sebagai alat yang digunakan sehari-hari maupun senjata perang. Ukiran figur manusia, tulang ikan, spiral dan pola geometris yang mirip dengan kepulauan Pasifik Selatan diasumsikan lebih banyak digunakan untuk kegiatan upacara.

Sumber : Wikipedia, Kompas, Meneketehe

Senjata

Pengertian Senjata

Sebelumnya saya harus menjelaskan posisi saya sebagai penulis bahwa saya bukan salah seorang yang menganggap bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik tanpa senjata. Mengapa demikian? mari saya jelaskan:

Bagi saya senjata dapat di defenisikan sebagai

Alat yang dapat digunakan untuk agresi maupun bertahan terhadap makhluk hidup

Definisi ini tidak jauh berbeda dengan anda temukan pada Wikipedia. Tentunya selain dari wikipedia, kita juga dapat menemukan berbagai definisi yang dibuat oleh kamus-kamus besar seperti oxford, webster dan sebagainya. untuk mendapatkan pengertian etimologis secara menyeluruh mari kita lihat pula arti senjata dari kamus-kamus tersebut.

Webster – 1. Sesuatu (seperti pemukul bola, pisau, senjata api) yang digunakan untuk melukai, mengalahkan atau menghancurkan. 2. Sesuatu untuk bersaing terhadap yang lain.

Dictionary –  (kata benda) 1. Setiap instrumen atau alat yang digunakan dalam serangan atau pertahanan dalam pertempuran, berkelahi atau berperang, sebagai pedang, senapan atau meriam. 2. Apapun yang digunakan untuk melawan lawan atau sebaliknya korban : Senjata mematikan dari Satire. 3.  Zoologi. Bagian apapun dari organ yang digunakan untuk menyerang, mencakar, bertahan, menanduk, mengigit atau menyengat. (kata sifat) untuk menyediakan atau melengkapi dengan persenjataan atau mempersenjatai ; untuk mempersenjatai pesawat dengan rudal pencari panas.

Oxford – (kata benda) Sesuatu yang dirancang atau digunakan untuk menimbukan kerugian atau kerusakan fisik ex: Senjata Nuklir. (Lainnya) Cara untuk mendapatkan keuntungan atau membela diri dalam konflik atau kontes, ex: “Ancaman pengunduran diri telah lama menjadi senjata bagi dirinya”

Kamus Besar Bahasa Indonesia – senjata/sen·ja·ta/ n 1 alat yang dipakai untuk berkelahi atau berperang (keris, senapan, dan sebagainya): — api; gudang –; 2 ki sesuatu (surat, kop surat, cap, memo, dan sebagainya) yang dipakai untuk memperoleh suatu maksud: ijazah palsu itu dijadikan — untuk mencari rezeki; 3 tanda bunyi pada tulisan Arab (fatah, kasrah, damah, dan sebagainya);– makan tuan, pb sesuatu yang direncanakan untuk mencelakakan orang lain, tetapi berbalik mengenai diri sendiri;

Wikipedia Bahasa Inggris – Perangkat yang digunakan untuk menimbulkan kerusakan atau membahayakan makhluk hidup, struktur atau sistem. Senjata digunakan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari kegiatan berbutu, kejahatan, penegakan hukum, bela diri dan peperangan. Dalam konteks yang lebih luas , senjata dapat ditafsirkan sebagai apapun yang digunakan untuk keuntungan strategis, materi atau keuntungan mental dari musuh dan sebaliknya.  Benda-benda biasa seperti tongkat, batu, mobil atau pensil dapat digunakan sebagai senjata, banyak pula yang dirancang dengan tegas untuk tujuan mutlak – mulai dari alat-alat sederhana seperti tongkat, pedang, rudal balistik antar benua yang modern dan rumit, senjata biologis dan senjata cyber. Atau sesuatu yang ditingkatkan kemampuannya untuk menyebabkan kerusakan seperti virus yang dipersenjatai atau laser dan sebagainya.

Wikipedia Bahasa IndonesiaSuatu alat yang digunakan untuk melukai, membunuh, atau menghancurkan suatu benda. Senjata dapat digunakan untuk menyerang maupun untuk mempertahankan diri, dan juga untuk mengancam dan melindungi. Apapun yang dapat digunakan untuk merusak (bahkan psikologi dan tubuh manusia) dapat dikatakan senjata. Senjata bisa sederhana seperti pentungan atau kompleks seperti peluru kendali balistik.

Sejarah Senjata

Senjata telah digunakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu, mulai dari untuk keperluan berburu, pertahanan diri, penegakan hukum hingga aktifitas kriminal. Senjata memberikan kontribusi dalam sejarah manusia dan teknologi juga memberikan dampak terhadap perkembangan senjata dari waktu ke waktu.

Material memberikan kontribusi terbesar dalam perkembangan senjata, baik penggunaan material tunggal, multimaterial hingga material-material komposit menjadikan senjata semakin bervariasi, lebih kuat atau lebih mematikan. Mulai dari penggunaan material kayu, batu, logam, plastik dan seterusnya.

Prasejarah

Sebagaimana peralatan pendukung kehidupan manusia, senjata berkembang pada dasarnya demi memenuhi hasrat manusia untuk mendapatkan dan mencoba sesuatu yang baru. Sebagai alat, senjata berguna untuk berburu dan mengolah hasil buruan tersebut. Senjata yang digunakan sebagai alat didalam konflik antara sesama manusia diharapkan dapat menimbulkan kerusakan atau melindungi penggunanya dari dampak kerusakan yang dapat ditimbulkan senjata lawannya. Secara paralel baik sebagai alat mengembangkan kehidupan dalam berkelompok maupun penggunaannya pada konflik senjata terus berkembang, seiring semakin besarnya kelompok-kelompok manusia prasejarah, semakin kompleksnya tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam menyediakan makanan, munculnya kebutuhan-kebutuhan baru seperti membangun tempat berteduh atau tempat tinggal menciptakan komoditas baru seperti pakaian dan sebagainya.

Penggunaan batu yang dibentuk, tongkat, lembing pada jutaan tahun yang lalu pada masa Hominids menyisakan ambiguitas untuk tepat disebut senjata-senjata prasejarah. Senjata tertua berumur 300.000 tahun yang ditemukan di Nataruk, Turkana – Kenya adalah tombak Schöninger dengan beberapa tengkorak yang mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kepala, leher, tulang rusuk, lutut dan tangan serta proyektil-proyektil batu yang masih melekat pada tulang belulang tersebut yang mungkin disebabkan oleh tongkat dan panah dalam konteks konflik antara kelompok pemburu meskipun penemuan dan klaim tentang senjata pertama ini masih mengalami kontroversi.

Semakin tingginya pengetahuan manusia dan ditemukannya sumber daya – sumber daya yang baru senjata tradisional di gantikan oleh senjata-senjata bermaterialkan logam yang lebih kuat dan tajam seperti tembaga. Permata berkontribusi pada perkembangan dunia lama seperti pada kebudayaan-kebudayaan di Mesopotamia, Mesir, Yunani, Roma, India, Cina serta membuat peradaban mereka lebih tinggi. Permata dikenal oleh manusia setelah berhasil menggeser kebudayaan batu dan menjadi logam utama yang dikenal manusia dalam waktu yang cukup lama. Saat zaman permata tongkat berkepala bundar jadi salah satu yang tinggi permintaannya. Bangsa Sumeria adalah manusia yang dicatat sebagai pengguna Senjata dari permata. Sedangkan pada masa itu penduduk asli Amerika masih menggunakan pisau dan tombak batu tapi telah menggunakan permata untuk acara adat dan dekorasi yang rumit lalu kemudian para perajin jaman dahulu menemukan kekurangan permata sebagai persenjataan meskipun senjata yang terbuat dari tembaga lebih mudah dipertajam namun pinggirannya tidak dapat dipegang.

Bersama gada, busur, panah dan ketapel sering dipergunakan dalam perang. Busur dan panah lebih sering digunakan karena lebih mudah dibawa dan dipergunakan sehingga mempermudah pergerakan serta lebih akurat dan tidak membutuhkan terlalu banyak material untuk membuatnya. Busur dan panah dianggap sebagai anugerah bagi para pemburu karena dengan busur dan panah mereka dapat berburu dengan lebih eifisien di bandingkan dengan tombak.

Setelah ditemukannya tembaga murni di Anatolia sekitar 6000 SM metalurgi tembaga menyebar di Mesir dan Mesopotamia. sekitar 3500 SM kesenian metalurgi menyebar ke India, Cina dan Eropa. Kuningan yang terbentuk dari tembaga dan timah juga telah dikenal lama sejak 4500 SM karena lebih keras dibandingkan tembaga murni dan telah sering digunakan diwilayah Asia. Lembah Hindus berkembang pesat saat metalurgi semakin berkembang. Komunitas neolitikum yang banyak tinggal dipinggiran sungai Kuning juga sering menggunakan kuningan terbukti dari peninggalan yang ditemukan pada daerah Majiayao. Kuningan diproduksi dalam skala besar di Cina untuk senjata termasuk tombak, kampak palu, kampak belati, panah komposit, dan helm kuningan yang dicampur kulit. Dari penggalian di Zhengzhou, ditemukan bukti bahwa Cina pada Dinasti Shang telah dapat membuat tembok, bangunan besar, peleburan kuningan dan workshop tulang serta pot.

Ujung batu diasumsikan sebagai salah satu bentuk senjata tertua oleh arkeolog, contohnya dapat ditemukan pada ujung batu yang berdarah binatang yang ditemukan di Natal yang kini dikenal sebagai daerah Afrika Selatan. Panah awal ini hanya berbentuk ujung batu, yang berguna dalam pengolahan material organik karena dapat menyebabkan luka yang lebih dalam pada binatang dan lebih mudah membunuhnya. Belum ditemukan bukti langsung busur panah saat zaman pleistosen di Afrika dan hipotesa yang terlalu cepat, ujung batu digunakan untuk membuat ujung anak panah dan panah dari bukti-bukti yang dikumpulkan. Beberapa hipotesis yang sejalan seperti penggunakan busur pembor juga sulit untuk dipahami.

Busur dan panah tiba di Eropa diakhir periode Paleolitikum sekitar 9000 hingga 11000 tahun yang lalu dan sepertinya juga telah tiba di Amerika sekitar 6000 SM.  Busur tertua dari Holmegard di Denmark, yang berusia sekitar 6000 SM.  Karena busur cukup efektif untuk melawan musuh yang jauh dari pemanah maka kemudian pemanah ditemukan dalam rekruitmen pada tentara. Ketika manusia mulai mengendarai kuda sekitar 2500 SM diciptakanlah busur komposit. Pada 1200 SM, Hitites dari Anatolia, menembakkan busur panah mereka dari kereta kuda ringan. Pada tahun 1000 SM beberapa pemanah berkuda dari Asia Tengah menemukan busur yang dilengkung terbalik di ujungnya seperti huruf W yang meningkatkan elastisitas. Manusia dari pinggiran sungai Nil menggunakan busur panah panjang untuk meningkatkan akurasi, mereka juga menggunakan panah komposit. Kebudayaan diseluruh dunia menggunakan busur panah sesuai dengan material yang ada disekitar mereka. Cina membuat busur dari batang bambu sementara yang lain tidak memiliki material yang serupa maka membuatnya dari maetrial komposit. Berdasarkan kepercayaan dan mitos cina, ada sebuah cerita yang ditulis dalam literatur Cina tua yang menceritakan bagaimana busur panah ditemukan.

Dahulu kala, Huangdi pergi berburu menggunakan pisau batu. Tiba-tiba, harimau melompat dari semak belukar, Huangdi memanjat batang mulberry untuk melarikan diri. Harimau menunggu dengan sabar dibawah pohon melihat apa yang akan terjadi. Huangdi melihat batang mulberry yang lentur, kemudian dia memotong rantingnya dengan pisau batunya untuk membuat busur. Kemudian dia melihat anggur merambat dipohon, lalu memotongnya untuk membuat senar. Kemudian dia melihat bambu yang lurus lalu memotongnya untuk membuat panah. Dengan busur dan panahnya dia memanah mata harimau. harimau lari dan Huangdi berhasil lolos.

Zaman Purba

Senjata purba merupakan evolusi pengembangan dari zaman batu, namun improvisasi pada material dan teknik kerajinan menciptakan berbagai revolusi dalam teknologi militer.

Pengembangan peralatan logam, yang dimulai dari zaman tembaga sekitar 3300 SM dan diikuti oleh kuningan menuntun pada zaman pedang kuningan dan senjata sejenis.

Struktur pertahanan awal dan perbentengan muncul pada zaman kuningan yang menandakan meningkatnya kebutuhan akan keamanan. Senjata yang digunakan untuk menembus benteng muncul pula tidak lama setelahnya seperti kereta penghantam dinding yang digunakan pada tahun 2500 SM.

Meskipun zaman besi awal tidak se superior zaman kuningan sebelumnya, saat pengerjaan logam dikembangkan tahun 1300 SM di Yunani pemeliharaan kuda dan penggunaan roda berjari-jari meluas pada 2000 SM mengarah pada kereta kuda tarik yang ringan. Mobilitas yang dihasilkan oleh kereta sangan penting pada masa-masa ini.. roda berjari-jari meningkat penggunaannya pada tahun 1300 SM kemudian menurun dan berhenti hingga pada abad ke 4 SM untuk penggunaan pada militer.

Kavaleri dikembangkan setelah kuda diternakkan agar dapat menahan beban manusia. Kuda menambah jarak dan meningkatkan kecepatan penyerangan. Kapal dibuat sebagai senjata atau kapal perang seperti Trireme yang digunakan pada abad ke 7 SM. Kapal ini segera digantikan oleh kapal yang lebih besar pada abad ke 4 SM.

Peradaban awal di Mesopotamia Selatan yang kini kita kenal sebagai Irak adalah Sumeria dan Akadia. Tanah yang ramai dan sibuk ini sangat terbuka dari serangan  suku-suku Barbar. Pejuang Sumeria dilengkapi dengan tombak, gada, pedang, tongkat dan ketapel. Sargon dari Akkad (2333-2279 SM) merupakan pimpinan tertinggi menggunakan infantri dan kereta kuda. Pasukan kereta kuda menggunakan tombak dan panah yang terbukti efektif.

Sejak lama orang Mesir telah menggunakan strategi lokal yang menguntungkan untuk tetap bebas dari serangan musuh. Mesir merupakan negara yang aman di masa dahulu. Mereka diperkirakan tidak pernah melatih tentara untuk melakukan invasi atau pertahanan di provinsi-provinsinya. Saat dinasti ke 15, suku yang dikenal sebagai Hyksos mengagetkan mesir dengan penyerangan menggunakan kereta kuda pada periode tengah kedua. Pada masa ini senjata yang digunakan oleh orang Mesir dikembangkan di jauh di Asia. Mereka menggunakan senjata baru dan canggih ini untuk menaklukkan berbagai wilayah baru dan disaat yang bersamaan bertukar pengetahuan mereka dengan peradaban yang lain. Hyksos berada didalam para penakluk ini. Berbagai sejarahwan percaya bahwa Hyksos berasal dari Mesopotamia, meskipun tempat pastinya masih belum diketahui.  Penjajah menggunakan busur komposit yang sudah di imporvisasi dengan lengkungan kepala panah. Sebelum penjajahan Hyksos, orang mesir tidak memiliki tentara berkuda karena mereka pikir kuda-kuda kecil mereka tidak cukup kuat untuk membawa pengendaranya dan Hyksos lah yang memperkenalkan kereta kuda yang dikendarai prajurit di kebudayaan Mesir. Setelah peperangan dengan Hyksos dan menaklukan pemimpinnya, sekali lagi bangsa Mesir berkuasa dan mereka terus menggunakan kuda kekang pada kereta kuda untuk menaklukkan musuh-musuh nya.

Ikan merupakan salah satu sumber pangan utama di zaman purba dan orang Mesir hidup dari apapun yang disediakan oleh Sungai Nil untuk mereka. Kapal Papyrus dikabarkan merupakan kapal yang dibangun pada zaman pra peradaban untuk menangkap ikan. Bangsa Mesir banyak menggunakan kapal untuk membawa tentara. Untuk mencegat kapal asing, mereka menggunakan batu-batu besar yang dapat mereka arahkan ke kapal-kapal musuh dengan tangan atau ketapel. Bangsa Mesir berdagang dengan Bangsa Phoenisian pada tahun 2200 SM, untuk keamanan mereka, mereka memperbaiki panah Bangsa Mesir. Kerajaan Mesir yang baru mengatur ulang militer dan membuat kapal-kapal yang sudah dikembangkan. Pada masa ini angkatan laut Mesir sangat besar, memiliki kapal-kapal raksasa yang dapat mengangkut 70-80 ton barang pelayaran. Banyak dari kapal-kapal kargonya diubah menjadi kapal perang. Pelayaran tidaklah aman, agar memiliki hubungan dagang yang lancar, mereka membuat kapal-kapal perang yang besar dan menguasai lautan. Kuil Medinet Habu memberikan gambaran kapal-kapal perang bangsa Mesir pada saat kepemimpinan Ramses III melawan orang laut. Bangsa Phonisia disebutkan mengembangkan kapal besar yang dilengkapi dengan penghantam untuk menyerang kapal lain di masa purbakala.

Kereta kuda yang pada dasarnya adalah moda transportasi juga telah lama digunakan sebagai kereta perang oleh bangsa-bangsa terdahulu. Bangsa Hittites menggunakan kereta kuda untuk menghancurkan musuh-musuhnya sedangkan bangsa Mesir menggunakannya untuk menjauhi musuh dan menyerang mereka dengan panah dan tombak. Kendaraan ini pertama kali dibuat di Mesopotamia oleh Bangsa Sumeria sebagai kereta beroda empat yang ditarik oleh keledai. Setiap kereta dikendarai oleh dua orang, pengemudi dan prajurit yang memegang tombak dan kampak. Sebagian sejarahwan percaya bahwa kereta jenis ini dikembangkan pertama kali di Padang Rumput Eropa disekitar Rusia dan Uzbekistan. Setelah kuda dan digunakan pada kendaraan ini maka kendaraan ini semakin cepat dan menjadi senjata yang ampuh kombinasi antara kecepatan, kekuatan dan mobilitas. Bangsa Hyksos memperkenalkan kereta kuda kepada bangsa Mesir, kereta kuda ini kemudian di modifikasi bergaya Mesir, komponennya diubah dan diberi dekorasi simbol-simbol Mesir dan bergambar khas Mesir. Pada abad ke 15 SM Tutmoses III membuat 1000 kereta kuda untuk ekspedisi militer. Setiap kereta kuda membawa 2 orang, satu mengemudi dan satu lagi pemanah. Tidak lama kemudia, bangsa Mesir merubah strategi dan membagi pasukan kereta kuda mereka menjadi 5 squadron, dengan 25 kereta pada masing-masing squadron dan 2 orang pada masing-masing kereta kuda; pengemudi dan prajurit yang dilengkapi dengan panah, tameng, pedang dan tombak ringan. Jika mereka telah kehabisan panah, maka mereka bisa menggunakan pedang untuk pertempuran jarak dekat.

Khopesh yang juga disebut sebagai Canaanite “Pedang Sabit” kebanyakan digunakan oelh suku-suku yang hidup dekat dengan Mesopotamia. Suku-suku ini, yang biasa menyerang bangsa Mesir menggunakan Khopesh sebagai senjata utama mereka. Suku-suku tersebut kemudian mulai berdagang dengan Mesir dan bangsa Mesir mengagumi pedang mereka ini dan mulai membuat versi mereka sendiri. Ramses II adalah firaun yang menggunakan Khopesh dalam pertempuran saat perang Kadesh. Khopesh di desain demikian agar dapat digunakan sebagai kampak, pedang dan sabit sekaligus. Khopesh kemudian menjadi pedang yang populer di Mesir sehingga menjadi simbol kekuasaan kerajaan dan kekuatan. Raja Assyiria Adad-Nirari i (1307-1275 SM) sering menampilkan pedang ini saat upacara ritual, dan pedang ini sering tampak pada kesenian Mesopotamia dan lukisan-lukisannya. Sebagian jenis pedang ini berwarna hitam dan menggunakan full tang. Rata-rata panjang pedang Khopesh ini sekitar 40-60cm. Pedang ini juga menjadi insipirasi pedang Kesultanan Mamluk, Scimitar. Senjata ini kemudian menyebar keseluruh kerajaan Islam dan Eropa Timur.

Sementara gerombolan dari Jermania masih menggunakan pentungan dan gada kebudayaan Yunani klasik telah menguasai kesenian pembuatan tombak. Trisula tombak dengan tiga ujung digunakan untuk menangkap ikan adalah tombak yang terkenal di Yunani. Senjata ini telah digunakan oleh orang India dan dikenal sebagai Trishul dan oleh Gladiator di Roma yang mereka sebut sebagai Retarii, atau petarung jala, yang secara historis merupakan juga sebagai alat untuk menangkap ikan. Para petarung ini melemparkan jala ke lawannya kemudian menombaknya menggunakan trisula untuk membunuh atau melukai lawannya secara serius. Trisula juga di asosiasikan dengan berbagai dewa seperti Poseidon dan lawannya di Roma – Neptunus yang biasanya digambarkan menggunakan trisula, dan dewa Hindu – Siwa yang juga menggunakan trisula.

Syiria

Assyiria merupakan kerajaan Mesopotamia utara yang dikenal sebagai budaya perangnya. Raja Shamsi Adad terkenal telah menaklukan wilayah hingga Mediterania pada abad 18 SM dan membuat kerajaan Assyiria yang pertama. Orang Syiria awalnya dikenal sebagai orang barbar yang haus darah. Sebagian cerita ini dibenarkan banyak sejarahwan. Mereka bahkan membuat sekolah militer untuk merubuhkan tembok lawan dan menambang tembok tersebut untuk keperluan lainnya. Orang Syiria dikelilingi oleh musuh yang kuat, dan suku-suku yang agresif oleh karena itu penting bagi mereka untuk melatih masyarakatnya supaya kuat. Orang Syiria dikenal memiliki tentara yang menggunakan besi dalam peralatan perangnya. Tidak seperti kebudayaan lain, orang Syiria memiliki kereta kuda yang ditumpangi dengan tiga orang. Tambahan orang dibelakang berguna untuk melindungi bagian belakang kereta. Mereka yang pertama kali memperkenalkan kavaleri dan kesenian pengepungan dan pengepungan dengan menara berjalan serta peroboh tembok. kavaleri benar-benar menggantikan kereta kuda pada tahun 600 SM, Assyiria memiliki militer yang terorganisir, raja berdiri ditengah dengan kereta tempur, diapit bodyguard dan tentara yang berdiri. Pemanah berdiri didepan raja dan di lindungi oleh pemegang tombak yang kuat dan dilindungi oleh tentara yang bertarung pada pertarungan jarak dekat dengan musuh, dan ada pula kereta kuda berat dan penunggang kuda yang dapat menembus pertahanan musuh dengan kekuatan yang brutal.

 

Yunani Kuno

Kerajaan Yunani kuno dikelilingi oleh musuh-musuh seperti Persia dan kemudian Roma. orang Yunani mengadopsi pola peperangan dan persenjataan yang benar-benar berbeda. Mereka mengadopsi gaya bertarung yang benar-benar strategis, melakukan penelitian terhadap kekuatan dan kelemahan musuh-musuhnya untuk menciptakan senjata yang dibutuhkan untuk pertarungan dengan mereka. Setelah ancaman terus menerus dari Persia, orang Yunani bersatu dan membentuk liga Delian, Sparta siap untuk penyerangan darat sementara orang Athena bergantung pada kekuatan angkatan lautnya. Merasakan kekuatan militer Athena, negara-negara bagian dan minoritas pemukim Asia meminta mereka untuk memimpin kawanan. Athena memiliki angkatan laut yang kuat, mereka membuat banyak sekali kapal perang yang luar biasa dan tentara dari anggota liga. orang Athena membuat lusinan kapal perang yang dikenal sebagai Triremes untuk melindungi Yunani. Masing-masing kapal berisi sekitar 200 orang dengan kapten, 10 orang pejabat tinggi yang menjadi komandan, beberapa pemanah, tentara dan 170 orang pendayung. Ketika Persia bertemu dengan Yunani mereka lebih banyak 3 banding 1, Persia yang terdiri dari infanteri dan kavaleri yang tangguh, taktik mereka adalah bertahan dengan banyaknya para pemanah, dan mereka juga dilengkapi dengan Akinakes, sejenis pedang belati bermata dua. Orang Yunani menggunakan tombak, tameng dan helm serta penutup dada untuk melindungi mereka dari hujan panah. Tameng orang Yunani sangat kuat sehingga dapat merusak tombak tentara Persia secara mengejutkan. Tombak panjang orang Yunani dengan ujung tombak yang sangat tajam terbuat dari besi, gagang kayu dan ujung berduri membantu mereka menembus barisan musuh dan menghancurkan tentara Persia. Jika tombak mereka rusak mereka menggunakan pedang untuk pertempuran jarak dekat. Orang Yunani membawa banyak perubahan dalam teknologi peperangan. Kemenangan di Persia-Greko pada Salamis dan Plataea berhasil mengakhiri ancaman dari Persia pada wilayah Yunani. Dengan pecahnya perang Peloponnesia gaya peperangan Yunani semakin menarik. Pada tahun 424 ekspedisi Gergaji Brasida diseluruh Yunani membuktiakn bahwa tanggapan lama tentang tentara darat tidak dapat mengalahkan kekuatan laut salah.

Macedonia.jpg

Bangsa Macedonia muncul sebagai kekuatan setelah runtuhnya Sparta di peperangan Lauctra, memuncaknya kekuatan Raja Phillip II melalui kombinasi antara kekuatan militer dan diplomasi menyatukan negara-negara bagian Yunani dan membentuk Liga Corinthian untuk memerangi Persia. Macedonia meneruskan strategi perang tradisional yang di adopsi oleh negara-negara bagian Yunani, Strategi Phalanx meskipun tidak seperti daerah Yunani yang lain Macedonia dilengkapi dengan Sarrisa sebuah tombak dengan panjang 15 kaki dengan ujung tombak seperti daun. Tidak seperti berbagai kota milik Yunani, tentara Macedonia juga memiliki kavalery yang berdedikasi karena daerah datar yang lebih cocok untuk peperangan dengan kavaleri dibandingkan wilayah pegunungan didaerah selatan. Insinyur-insinyur Macedonia mengembangkan senjata-senjata berat dan artileri untuk menembus gerbang dan benteng. Ketaple pegas dikembangkan kemudian serta senjata berat seperti Ballista dan yang lebih kecil dan senjata portable seperti Cheiroballistra yang diimprovisasi oleh Raja Phillip II dan Alexander Agung.

Kerajaan romawi.jpg

Setelah Roma dipecat oleh Senones pada tahun 390 SM, mereka berkelompok kembali dan membentuk aliansi negara bagian. Mereka mengerahkan tentara berpengalaman digarda paling depan untuk melindungi Roma untuk mencegah serangan lanjutan. Tentara ini dibagi menjadi dua bagian yaitu legiun dan pembantunya. Legiun berasal dari warga Roma sedangkan pembantu-pembantunya berasal dari suku-suku yang direkrut dan sekutunya. Mereka berhasil menaklukan Gaul dan menguasai penuh semenanjung Itali dan barat laut Eropa. Bangsa Romawi tidak pernah menggunakan senjata-senjata yang kompleks. Baju zirah dan senjata yang mereka gunakan diawasi dan dilatih bersamaan dengan kepemimpinan yang baik dan disiplin yang membuat Romawi dapat menjadi kekuatan militer yang hebat. Baik tentara reguler maupun non reguler dilatih dengan cara yang baik untuk menaklukkan lawan-lawannya. Latihan mereka biasanya menggunakan pedang dari kayu.

Gladius

Gladius adalah pedang tradisional bangsa Romawi yang pendek dan ringan untuk membunuh dengan cepat. Pedang ini panjangnya tidak lebih dari 60cm yang dibuat dari besi disertai gagang dan sarung yang terbuat dari kayu yang dilapisi kuningan atau tulang pada pangkal pedang, pommel dan grip. Gladius memiliki panjang yang variatif mulai dari 34.5cm hingga 60cm sesuai dengan tingkatan tentaranya. Gladius biasanya digunakan untuk menusuk sehingga memiliki efek terbatas saat menunggangi kuda.

pilum.jpg

Selain Gladius tentara Romawi juga menggunakan Pilum; tombak pendek dengan mata tombak yang panang. Mereka membawa dua buah Pila untuk dilemparkan kepada musuh. Pila dibuat agar mudah menembus tameng musuh dan mudah bengkok jika tidak berhasil mengenai sasaran, sehingga jika tidak mengenai sasaran pilum tidak dapat dilemparkan kembali kepada tentara Romawi.

Awal Abad Pertengahan

Suku barbar dari Jermania terus menerus mempenetrasi jauh kedalam wilayah Roma, suku-suku ini sebagian dikenal sebagai Osthrogoths, Visigoths, Vandals dan Franks. Setelah kematian Marcus Aurelius Roma sangat rentan diserang dari segala penjuru. Kaum Huns yang disebut berasal dari dataran Asia tengah juga mulai mendorong suku-suku barbar yang lain untuk menembus wilayah Romawi, tetapi kaum Huns juga menyerang suku-suku barbar tersebut sekaligus menyerang Romawi. Pada kala itu Romawi telah terpisah menjadi timur dan barat. Bangsa Hun selalu berperang dari atas kuda menggunakan busur panah komposit. Kemudian Flavius Aetius membentuk aliansi dengan Visigoth, Alan dan Vandal menggunakan senjata bangsa Romawi untuk melawan bangsa Hun yang pada akhirnya berhasil pada tahun 410. Setelahnya bangsa Visigoth berhasil merampok Roma dibawah kepemimpinan Alaric.

Attila the Hun.jpg

Setelah kekalahan bangsa Romawi barat, kerajaan Romawi timur berhasil bertahan yang dikenal sebagai Bizantium. Kerajaan barbar mulai membangun kerajaannya dan kembali merekrut dan memajukan tentara dan persenjataannya. Pejuang mereka diberikan penghargaan tinggi dengan tanah, title dan berbagai keuntungan lainnya, dan para tuan tanah ini kelak menjadi bangsawan abad pertengahan.

Frankish.JPG

Banyak dari kaum barbar pernah menjadi tentara di kerajaan Romawi sehingga mereka memiliki persenjataan yang serupa dengan bangsa Romawi. Namun dalam waktu singkat suku-suku barbar seperti Vandal, Ostrogoth, Visigoth, dan Frank mulai mengembangkan persenjataan mereka sendiri. Para pemanah mulai menembakkan panah berujung besi, kavelery dan infantri di inisiasi untuk menggunakan pedang dua mata yang lebih panjang. Sementara itu kaum Frank menggunakan berbagai macam persenjataan, mereka memilih untuk tidak menggunakan baju zirahnya melainkan menggunakan lebih banyak persenjataan. Pada tahun 470 Sidonus Apollinaris mengadakan rapat pertama dengan kaum Frank dan menurutnya, kaum Frank menggantungkan pedangnya di pundak, mereka juga menggunakan tombak berduri dan kampak lempar. Banyak pejuang Frank juga tidak menggunakan helm. Mereka membawa kampak dua mata tradisional mereka dan tidak pernah membawa senjata tembak seperti panah. Diantara kaum barbar Frank dengan kerajaan Merovingian-nya merupakan kerajaan terkuat di Eropa barat. Kebanyakan kekuatan mereka didapat dari pimpinan militer yang memegang tampuk kekuasaan kerajaan Merovingian pada tahun 600 Masehi. Pippin II yang berkuasa penuh kerajaan Merovingian menjadikan anak haramnya Charles Martel sebagai walikota pada tahun 714. Charles Martel bertanggung jawab memodernisasi tentara Frankish dan mengalahkan kaum Muslimin pada pertempuran Tours. Pada pertempuran tersebut bangsa Frank membawa pedang dan kampak, kepala besi dari senjata mereka sangan tajam dan kampak mereka dibuat dari sebuah besi tidak terputus. Kemudian pada abad ke 7 produksi kampak mulai menurun karena penurunan pada penggunanya.

Pada masa rezim Justinian, kaisar Konstatinopel, kerajaan Bizantium sangat aktif dalam kemiliteran. dia mengirim tentara secara besar-besaran untuk merebut kembali provinsi Afrika Utara dari kaum Vandal dan pada tahun 534 M jendral Belasarius berhasil menghancurkan kekuatan Vandal dan melanjutkan perjalanan menuju Itali untuk merebut Roma dari Ostrogoth. Pada tahun 565 Bizantium menyapu bersih Ostrogoth dari Itali. Bangsa Bizantium menyaksikan perkembangan pesat teknologi kemiliteran, menguasai disiplin militer yang tinggi serta teknisi militer yang berkontribusi dalam pengembangan senjata pengepungan yang belum pernah dilihat kebudayaan lain di dunia. Pada tahun 672 M sebuah pembakar yang dikenal sebagai Api Yunani ditemukan. Api Yunani disemburkan dari pelontar api pada kapal yang dikenal sebagai Dromos, bahkan para peniliti masih belum dapat membuat duplikat zat yang digunakan saat itu, kapal dapat dibakar dengan api yang menempel dan mampu membunuh pejuang didalamnya dalam satu tembakan. Alat yang pertama-tama digunakan oleh bangsa Bizantium adalah mesin tenaga pegas yang digunakan untuk menembakkan panah dengan intensitas tinggi. Para insinyur militer Bizantium belajar dan mengembangkan senjata-senjata sergap yang lebih canggih pada masa itu, pada abad ke 10 mereka bahkan mulai mengembangkan rekayasa teknik yang telah dikuasai oleh orang-orang Muslim.

Pada masa yang serupa dunia Islam telah memiliki teknologi militer yang jauh dibandingkan tempat-tempat lain di dunia, hal ini disebabkan oleh adanya hubungan dagang dengan berbagai belahan dunia lain, salah satunya adalah cina yang sudah lebih unggul dibandingkan Yunani dan Romawi. Jendral-jendral arab memacu penggunakan teknologi-teknologi terbaru dalam perang penyergapan. Trebuchet yang dibuat untuk melemparkan batu-batu besar dan bebatuan ditemukan oleh Timur Tengah oleh insinyur-insinyur muslim yang kemudian di adopsi oleh Mongol dan dibawa oleh mereka ke barat. Sebagian trebuchet digunakan untuk melemparkan kuda mati ke kota yang dikepung untuk menyebarkan penyakit. Kaum Muslimin mengadosi teknologi dan tradisi dari wilayah-wilayah yang mereka taklukkan. Seperti bangsa Syiria, Iran dan kemudian Bizantium. Kaum muslimin juga menyerang Bizantium menggunakan teknologi pengepungan terkini. Di abad ke 8 Khalifah Marwan II dari Syiria memiliki lebih dari 80 pelontar batu yang mereka simpan. Khalifah Abbasyah yang ibukotanya di Bagdad menspesialisasikan diri dalam pengoperasian Mangonel dan menempatkan teknologi militer ini di berbagai bentengnya.

Orang-orang Cina telah menyaksikan berbagai konflik dan peperangan yang terjadi terus menerus di seluruh wilayahnya. 50 tahun setelah kejatuhan Dinas`1ti Tang, cina menyaksikan 5 pergantian dinasti di utara dengan lusinan negara-negara kecil di selatan dalam waktu yang singkat. Jatuh bangun dalam jangka waktu yang singkat negara ini dan perpecahan adalah hasil dari munculnya berbagai panglima perang dipertengahan dinasi Tang. Pada tahun 960 M, Zhao Kuangying melakukan kudeta untuk mengambil alih dominasi Dinasti Zhou yang terakhir dan membuat dinasi Song. dia akhirnya berhasil menyatukan negara bagian selatan dan mengakhiri permasalahan kudeta militer belakangan. Song mendirikan ibu kota Kaifeng di sungai Kuning. Pada dinasti ini cina mulai memproduksi bubuk mesiu menggunakan nitrat, sulfur dan karbon. Beberapa sejarahwan percaya bahwa awalnya cina tidak mempertimbangkan bubuk mesiu untuk persenjataan, meskipun kenyataannya mereka adalah yang pertama menggunakan mesiu untuk persenjataan dalam skala besar. Bahkan bangsa arab yang telah lebih dahulu menggunakan mesiau dibandingkan bangsa eropa menyebut potassium nitrat sebagi salju dari cina dan orang Persia menyebutnya sebagai garam cina. Pada abad ke 10 mesiu sudah banyak digunakan sebagai material pembuat petasan dan mengiprovisasi senjata yang sudah ada seperti ditempelkan pada tombak untuk memberikan kejutan pada penyerangan, atau panah sehingga bisa terbang lebih cepat dan lebih jauh atau bahkan ditembakkan tanpa busur. Pada abad ke 12 orang cina telah menggunakan granat dan menggunakan bentuk awal roket dan meriam yang di adaptasi dari petasan.

Abad Pertengahan Akhir

William the conqueor

Satria Norman yang menyerbu Inggris dan mengalahkan Saxon pada perang Hasting tahun 1066 M menggunakan Chainmail (baju zirah yang terbuat dari rantai-rantai kecil) dan mengayunkan pedang dari atas kuda membuat sejarah. William sang penakluk telah berhasil membawa tentara Norman yang terdiri dari infanteri berisi penombak, satria berpedang dan pemanah ke Inggris untuk mengklaim kedudukannya atas Inggris. kavaleri dilengkapi dengan tongkat berduri, kampak dan pedang serta baju zirah berkulit.

Roman siege warfare.jpg

Pada masa ini Eropa Barat telah mencapai tingkatan kecanggihan militer, Bangsa Arab juga telah mengadopsi Ifranji atau Frankish, alat pelempar batu. Orang Eropa dengan berbagai cara berusaha mengalahkan Byzantium, orang India dan Arab dalam teknologi pengepungan. Sedangkan orang Mongol disisi lain telah membawa berbagai revolosi dalam perang penyergapan. Mereka telah belajar seni pembuatan senjata penyergapan dengan mengalahkan cina bagian utara, memperbaiki beberapa Mangonel, Trebuchet dan Penghancur tembok dari insinyur-insinyur cina.

The Crusaders

Bangsa Norman dan Byzantium berhasil mengusir orang Muslim dari kepulauan Yunani, Itali selatan dan Sisilia. Dengan operasi militer ini, bangsa Eropa mengira kaum Muslimin lemah dan memulai sebuah misi untuk merebut kembali tanah suci mereka yang hilang berabad-abad yang lalu. Bagaimanapun, sebuah suku yang sangat kuat dari padang rumuput Asia tengah, Turki Seljuk muncul dan mulai membantai peziarah Kristen di Siria. Menanggapi penyerangan ini, Bangsa Bizantium menyulut perang atas Bangsa Turki Seljuk yang disebut sebagai pertempuran Manzikert. Dalam pertempuran tersebut Bangsa Byzantium kalah dan menarik tentaranya dari Asia kecil. Kaisar Byzantium meminta bantuan dari orang Kristen, dia mengirimkan petisi kepada Pope Urban II untuk memberikan bantuan pada Byzantium untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang hilang. Pope Urban II membuat tentara Kristen pada tahun 1095 M dan mengirim mereka untuk merebut kembali tanah suci dari tangan kaum Muslimin. Tidak banyak diketahui perihal persenjataan yang mereka produksi saat itu, bukti yang didapatkan hanyalah kavaleri mereka menggunakan lembing. Tentara Eropa juga menggunakan Crossbow besar, hal ini disebut sebagai senjata infanteri terbaik oleh orang Eropa. Pada akhir abad ke 13, kekuatan dari Crossbow menurun, senjata tentara Salib memiliki berbagai bentuk, ukuran dan kualitas. Berbeda dengan tombak, pedang dan belati, kaki para tentara juga dilengkapi dengan senjata yang kadang melambangkan asal mereka. Pedang bermata dua sering digunakan oleh tentara yang berjalan dan berkuda.

Turki Mamluk

Tentara-tentara Islam juga memiliki organisasi kemiliteran yang canggih, tentara mereka terdiri dari orang Asia Tengah, Turki Mamluk atau Infanteri Ghulam. Lebih jauh, orang Turki Lokal, Kurdi, Arab, Armenia, Persia juga di rekrut dari seluruh Mediterania. Persenjataan mereka tidak jauh berbeda dari orang Kristen, mereka menggunakan belati, kapak, tombak dan busur panah. Busur di buat spesial, menggunakan multimaterial yang di lem bersama agar bisa menghasilkan jarak tembak yang jauh dan tancapannya. Pedangnya juga memiliki desain yang agak berbeda, kavaleri muslim menggunakan pedang untuk pertempuran jarak dekat dan baju zirahnya dipakai didalam kain untuk menghindari panas berlebihan. Tentara muslim juga menggunakan tameng berbentuk bulat atau seperti layangan.

Perang ratusan tahun.jpeg

Perang ratusan tahun adalah berbagai perang besar dan kecil yang terjadi antara Inggris dan Prancis yang terjadi antara tahun 1337 hingga 1453. Raja Philip VI dari Prancis meminta wilayah yang dikuasai Inggris yaitu Gascony dan Guyenne dikembalikan kepada Prancis. Tetapi raja Inggris Edward III tidak memenuhi permintaan ini sehingga menyebabkan perang antara keduanya. Orang Inggris mengawasi industri wool di Flanders dan mereka memiliki pemerintahan yang lebih stabil serta tentara yang efisien untuk berperang dengan Prancis. Pada periode ini sebagian besar orang eropa banyak bergantung pada Infanteri, dominasi infanteri mengambil alih korban yang sering terjadi pada kavaleri. Menggali parit, membangun benteng kereta, atau membanjiri tanah yang sudah berawa, sehingga tentara hanya bisa menyerang dari satu arah serta berbagai strategi yang dibuat oleh kedua belah pihak sepanjang perang ratusan tahun. Biro organisasi efektif Jean and Gaspard yang membuat senjata altileri menyiapkan tentara Prancis untuk perang terbuka seperti perang pengepungan. Di Castillon, tentara Prancis menghancurkan tentara Inggris dengan meriam, pistol dan kavileri berat.

Longbow

Panah berbusur besar atau Longbow berkontribusi besar dalam membuat Inggris menjadi kekuatan militer besar pada akhir abad pertengahan. Inggris memperkenalkan panah mematikan ini pada Pertempuran Crecy. Raja Edward III menghancurkan desa-desa pada penyerangan Prancis, Raja Philip VI menyergap Inggris didekat kota Crecy. Prancis dengan mudah mengalahkan Inggris. Terpisah dari Satria Berzirah, tentara Prancis memiliki 4000 Genoese Crossbowmen.  Tetapi pemanah Inggris dapat mengalahkan pemanah Genoese dan hujan panah. Orang inggris dapat memanah 5 kali lebih cepat dibandingkan Genoese Crossbowmen. Ketika kesatria mencoba memasuki garis pertahanan Inggris, Longbowmen mengubah perhatian mereka dan mulai menembak, menyebabkan kekacauan. Kuda mulai saling bertabrakan, kavaleri dihancurkan dan tentara Prancis dikalahkan. Longbow dibuat dari potongan kayu sederhana, tetapi desainnya sangat canggih. Bagian belakang busur mengarah berlwanan dari pemanah dan menggunakan kayu yang lebih lentur dari kayu gubal yang membantu busur melengkung lebih besar tapi menjaga busur tidak rusak.

Mounted Knights

Tugas utama kesatria berkuda adalah menyerbu ketengah barisan musuh dan membuat kekacauan. Pada masa ini, tameng dan baju zirah lama diganti dengan tameng dan baju zirah yang lebih canggih. Tombak digunakan oleh penyerang depan untuk penyerangan awal, setelah melemparkan tombak dan mengobrak abrik pertahanan depan musuh, tombak diganti dengan pedang, kampak, palu perang untuk pertarungan jarak dekat.

Early gunpwder guns

Penemuan bubuk mesiu merevolusi perang penyergapan, bubuk mesiu disebutkan ditemukan di cina ketika bangsa Mongol, setelah menginvasi cina mereka menundukkan Jepang. Kapal mereka tenggelam karena dihantam oleh angin topan, akibatnya setengah tentaranya tenggelam dilaut. Arkelog kelautan menyebutkan bahwa orang-orang Mongol membawa bubuk mesiu didalam pot keramik, pot yang sama yang ditembakkan dari artileri melawan pertahanan Jepang. Bahkan lukisan lama Jepang menunjukkan Samurai Jepang mempertahankan diri mereka dari bom dan roket yang dilemparkan penjajah. Sebagian sejarahwan mengatakan bahwa hanya 14% laki-laki di Eropa yang memiliki senapan, lebih dari setengah senapan itu tidak dapat digunakan saat masa pertengahan. Penggunaan bubuk mesiu hanya menggantikan ketapel dan onager perubahannya lambat. Membeli senapan pada saat itu adalah urusan mahal, harga senapan saat itu sama dengan gaji dua bulan artisan yang berbakat. Pada tahun 1450, para penemu meningkatkan pembuatan senjata dengan membuat Matchlock Gun. Beberapa penemu muncul dengan teknologi baru, proses pengisian kembali saat lama setiap ditembakkan, seiring berjalannya waktu muncullah senapan yang lebih cepat, kavaleri dapat menembus para penembak dan menghancurkannya.

Era Modern Awal

Senjata abad pertengahan tetap digunakan dizaman Renaissace dan perang saudara. Beberapa senajata abad pertengahan yang masih digunakan adalah Guisarme dan Halberd, Mace dan Partisan. Halberd adalah senjata tradisional yang digunakan oleh Swiss, yang dibuat dari kapak yang kepalanya berduri dengan pengait dipangkalnya. Senjata ini biasanya digunakan oleh tentara darat melawan kavaleri, Halberds menjadi usang ketika jarum yang dikembangkan dalam jumlah yang besar. Sementara itu Partisan dikenalkan di Inggris pada abad ke 14 dan banyak serta sering digunakan di Eropa terutama di Prancis. Awalnya partisan adalah tombak yang diberi sayap dibawahnya. Sedangkan pedang tetap menjadi senjata yang populer di zaman Renaissance.

Arquebus.jpg

Pedang mengalami banyak perubahan pada masa-masa ini. Banyak hal yang ditambahkan dan dirancang sedemikian rupa agar dapat melindungi tangan penggunanya. Pedang yang digenggam dua tangan banyak digunakan di Eropa Barat baik oleh kaum bangsawan atau rakyat jelata. Tentara pada masa ini biasanya dilengkapi dengan pedang dua mata, Helberd, Arquebus, Crossbow dan Kampak yang di improvisasi.

Siege Machine leonardo.jpg

Perjalanan Leonardo Da Vinci ke Matua, beristirahat disana lalu dari sana menuju Venesia. Bahaya yang mengancam dari Turki meningkat dikota tersebut yang menginspirasinya untuk membuat penemuan lain seperti kapal selam dan alat untuk snorkling serta setelan menyelam lainnya. Tapi Venesia berpikir mereka tidak memerlukannya, jadi dia kembali ke Florensia pada tahun 1502, dan diangkat oleh Valentino sebagai pimpinan insinyur. Leonardo menggambarkan perangkat baru untuk perang seperti proyektil artileri serta bantalan bom udara.

China Cannon.jpg

Cina adalah negara pertama yang menggunakan meriam untuk peperangan. Meriam logam di produksi dan dipasang di tembok besar cina untuk melindungi mereka dari orang-orang Mongol. Orang Mongol mempelajari teknologi ini lalu kemudian digunakan untuk menyerang Korea. Pada tahun 1593 meriam digunakan secara efektif pada pengepungan Pyongyang, pejuang  Ming menggunakan meriam untuk berperang melawan Jepang. Peperangan dimenangkan oleh orang Ming karna orang Jepang tidak memiliki persenjataan yang seimbang.

Big cannon turk.jpg

Pada pengepungan Constantinopel di 1453, Muhammad sang penakluk, Sultan Turki memerintahkan insinyur hungarianya, untuk membuat senapan terbesar yang pernah dilihat. Ketika senapan ini selesai dan ditempatkan pada posisi kemudian ditembakkan, dinding Konstatinopel jatuh. Hal tersebut mengebabkan efek mendalam pada orang-orang Eropa. Para insinyur mulai membuat dinding mereka lebih baik karena mengingat kekuatan senjata yang dimiliki oleh Turki.

Era Modern

Penggunaan bayonet pada abad ke 17 memungkinkan para tentara untuk menggunakan Musket sebagai tombak pada pertempuran jarak dekat. flintlock ditemukan tidak lama kemudian dan membuat senjata api lebih dapat diandalkan. Peluru juga ditemukan pada waktu-waktu ini dan membuat senjata api lebih mudah di isi.

17th-century-submarine.jpg

Teknologi kapal selam mulai meningkat secara bertahap pada abad ke 17 hingga ke 18. Kapal selam awal menggukan tangkai dan ditenagai dengan dayungan tangan. Pada pertengahan abad ke 19, torpedo dengan penggerak otomatis mulai digunakan. Semuanya masih belum efektif digunakan sebelum abad ke 19, saat listrik dan mesin bakar dapat membuat mereka lebih kuat.

Shrapnel.jpg

Pada tahun 1803, Inggris mulai menggunakan Shrapnel. Rifling ditemukan pada tahun 1498 tapi belum praktis hingga abad ke 19. Sebagaimana semakin modernnya senjata api dan teknologi artileri, senjata otomatis mulai muncul dalam peperangan. Segera setelah matchlock muncul, maka munculnya berbagai upaya untuk membuat senjata api yang pelurunya tidak dimasukkan lewat moncong. Percobaan awal seperti Ferguson Rifle terbukti terlalu sulit bagi tentara biasa. Pada tahun 1836 pandai senjata dari Jerman; Johann Nicolaus Von Dreyse menemukan Dreyse needle rifle, bolt-action rifle yang pertama, yang di adopsi oleh tentara Prussia untuk bertugas pada tahun 1848. Pada tahun 1866 saat perang Austro-Prussia saat kemenangan penentuan Prussia pada pertempuran Koniggratz jelas sekali bahwa rifle muzzle-loading tidak efektif pada pertempuran. Tidak lama setelahnya, seluruh negara Eropa mulai mengadopsi breech-loader dan mengubah rifle tugas mereka menjadi breech-loader. Contoh rifle itu adalah Snider Rifle-nya Inggris dan Chassepot Rifle milik Prancis. Rifle baru ini, bersamaan dengan dipatentkannya revolver (1836) serta kemunculan mesin pada tahun 1860, memperlihatkan kebutuhan caranya perang sudah harus berubah. Bagaimanapun, baru setelah Perang Dunia Pertama taktik menggunakan senjata-senjata ini direalisasikan. Kapal besi pertama, USS Monitor dibuat pada tahun 1862, dibuat pada saat Perang Saudara Amerika dan digunakan oleh angkatan laut Union.

Abad ke 20

Tank Pertama.jpg

Pada tahun 1915, pesawat baling-baling yang menggunakan senapan mesin dan menembak dengan baik berhasil ditemukan. Penemuan ini kemudian menyebabkan pertempuran udara pada Perang Dunia Pertama. Tank juga pertama kali digunakan pada Perang Dunia Pertama, namun masih sangat lambat meskipun memberikan mobilitas yang lebih baik dari sebelumnya menggunakan kendaraan tempur serupa. Tank pertama dipasangi senapan mesin dan artileri ringan. Kendaraan lapis baja dengan roda baru digunakan belakangan, tapi tidak dapat melintasi parit. Tank digunakan lebih banyak pada Perang Dunia Kedua. Bom Atom pertama di uji coba dan digunakan pada tahun 1945 dan tidak ada senjata nuklir yang digunakan setelah itu.

Fungsi Senjata

Dari berbagai defenisi dan sejarah yang kita temukan tadi kita dapat menyimpulkan  bahwa fungsi senjata secara umum yaitu :

Sebagai alat untuk menyerang

Senjata yang digunakan untuk menimbulkan korban atau kerusakan pada lawannya, baik pada lawan yang sadar maupun yang tidak sadar, yang tidak dapat membela diri atau yang sebaliknya. Misalnya pedang yang digunakan untuk menyerang lawan dalam penjajahan pada area tertentu.

Sebagai alat untuk membela diri

Senjata jenis ini digunakan untuk menangkis serangan dari senjata yang digunakan sebagai alat untuk menyerang, ataupun alat yang disiapkan untuk hal tersebut. Misalnya pedang yang digunakan untuk menangkis serangan dari pedang.

Sebagai alat untuk menakut-nakuti

Senjata ini pada dasarnya merupakan senjata yang tidak dipergunakan secara langsung untuk melukai secara fisik namun sebagai daya tawar kepada lawan. Senjata-senjata yang dimiliki oleh negara tertentu dapat digunakan oleh negara tersebut untuk menakuti lawan-lawannya.

Sebagai daya tawar dalam pameran kekuatan

Dalam diplomasi peperangan atau dalam kondisi tenang, kuantitas dan kualitas militer dihitung sebagai kekuatan sebuah grup atau bahkan negara sehingga menjadi pertimbangan bagi negara lain jika menyulut konflik dengan negara tersebut. Untuk menunjungkan kekuatan tersebut sebuah negara dapat mengadakan parade militer, latihan perang, atau kompetisi militer antar negara.

Senjata Berdasarkan Kerusakan Yang Ditimbulkan

Dari penjabaran fungsi tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa sifat dasar senjata adalah menciptakan kerusakan dan sebaliknya mencegah melindungi objek yang menggunakannya dari kerusakan itu sendiri. Untuk memahami hal tersebut kita dapat melihat ilustrasi membedakan jenis senjata berdasarkan kerusakan yang dapat ditimbulkannya seperti :

Fisik

Fisik yang dimaksud bukan hanya fisik secara biologis namun kerusakan fisik yang terjadi pada infrastruktur atau aset secara ekplisit. Misalnya granat yang dilemparkan ke sebuah bangunan, sehingga dapat merusak bangunan tersebut. Atau pedang yang tebaskan pada seseorang sehingga orang tersebut kehilangan salah satu komponen badan biologisnya.

Psikologis

Senjata pada taraf ini dapat berupa barang fisik yang bisa di identifikasi dengan panca indera maupun produk digital yang menggunakan kode-kode yang hanya terdeksi melalui bios. Barang yang fisiknya dapat di identifikasi oleh panca indera dapat digunakan sebagai alat untuk merusak psikologis misalnya dengan memberikan trauma karena melihat orang lain diberikan kerusakan fisik oleh senjata tersebut. Sedangkan produk digital yang dapat dirupakan sebagai senjata misalnya program atau aplikasi yang merubah watak manusia menjadi lebih buruk. Meskipun terdengar normatif, sistem dan propaganda seperti ini dikenal secara tradisional pada tataran perang urat saraf.

Multi-impact

Pada produk-produk yang dilabeli senjata pada dasarnya dapat menyebabkan baik kerusakan fisik maupun mental secara psikologis meskipun salah satu dampak lenyap setelah satu dampak muncul. Senjata api yang membunuh orang mengakibatkan kerusakan fisik dan kehilangan nyawa bagi korbannya dan menyebabkan ketakutan dan trauma pada yang melihatnya. Namun apabila pembunuhan dengan senjata api tersebut tidak memiliki saksi, hanya memberikan satu dampak yaitu kerusakan fisik.

Senjata berdasarkan kondisi

Pada dasarnya hampir semua objek dapat digunakan sebagai senjata secara kondisional. Makanan yang diberi racun dapat menjadi senjata mematikan bagi korbannya, sendok yang sedang digunakan untuk makan dapat menyebabkan luka pada bagian fisik korbannya yang mungkin intensinya hanya mengagetkan seorang tersebut sehingga dia secara tidak sengaja mengarahkan sendok tersebut pada mata orang yang mengagetkannya. Oleh karena itu berdasarkan kondisinya, senjata dibagi sebagai berikut

  1. Senjata spontan atau refleks.
  2. Benda umum yang direncanakan sebagai pembuat kerusakan.
  3. Senjata dengan defenisi konstan.

Senjata menurut jumlah operatornya

Dari sudut pandang pengguna, senjata dapat dibagi menjadi

  1. Senjata Pribadi
  2. Senjata Kru
  3. Senjata Pelengkap Kendaraan

Senjata menurut jarak kerusakan yang dapat ditimbulkan

Dari jarak kerusakan yang dapat ditimbulkan

  1. Senjata jarak dekat
  2. Senjata jarak tebas
  3. Senjata lontar
  4. Senjata tembak
  5. Senjata pancar

Senjata berdasarkan kerusakan yang ditimbulkan

Dari jenis kerusakan yang ditimbulkan

  1. Senjata psikologis
  2. Senjata pembunuh
  3. Senjata perusak
  4. Senjata penghancur

Dalam kondisi yang kondusif, senjata maksimal digunakan sebagai alat untuk berburu bahan makanan. Sedangkan pada kondisi kritis senjata dapat digunakan sebagai alat mempertahankan keselamatan. Namun dengan tendensi tertentu senjata dapat digunakan untuk agresi.

Secara personal maupun komunal senjata dapat digunakan secara positif maupun negatif tergantung orientasi penggunanya. Pada taraf daya tawar pemilik senjata sejatinya dapat terlindungi dari niat agresi eksternal, meningkat menjadi alat pertahanan diri, senjata dapat digunakan sebagai objek penangkis dari senjata agresor. Subjek yang tidak dapat melindungi dan atau membela dirinya dari agresi rentan menjadi korban karna kompleksitas lingkungan yang dinamis.

Kepemilikan persenjataan selayaknya diatur oleh pihak yang berwajib berdasarkan konteks tertentu, sehingga pengguna dan pengunaannya menjadi proporsional. Senjata yang dapat menimbulkan kerusakan tinggi hingga korban sepatutnya hanya dimiliki penegak hukum, sedangkan senjata yang dapat melumpuhkan dan digunakan untuk melindungi diri dapat dimiliki secara umum dalam tatanan hukum yang ditegakkan secara objektif.

Sumber : Merriam Webster, Dictionary,  Oxford, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Wikipedia

Bikin SIM (Surat Izin Mengemudi) ga perlu calo

Setelah sekian lama mengemudi kesana kemari ga bawa SIM, akhirnya hari ini berhasil juga ngurus dan dapetin sekaligus SIM A dan C untuk mobil dan motor tentunya.

Sebenernya saya dan saya yakin banyak orang mungkin ga berniat untuk ga ngurusin SIM supaya bisa taat peraturan, tapi dengan jadwal yang padat dan tes yang sulit apabila sesuai prosedur maka saya semakin males ngurusin hal ini.

Sebelumnya saya sudah pernah ngurus dan ikut tes, meskipun saat ujian teori lulus, saat uji di simolator saya tidak berhasil meski ngulang dua kali, dan karena ngantri untuk tes drive nya se abrek, saya akhirnya mengurungkan niat untuk membuat SIM dari beberapa tahun yang lalu.

Karena desakan istri yang prihatin karena takut juga kalo ada apa-apa maka akhirnya istri saya mencari info bagaimana mengurus SIM ini melalui jasa pembuatan SIM (yang ga ada bedanya sama CALO). Yes saya tau itu ga sesuai prosedur tapi, saya pastikan banyak orang menggunakan jasa ini karena SOP pembuatan di SAMSAT yang cukup sulit tadi.

Saya dan sang CALO tadi bertemulah kemarin di Lotte Grosir yang ada di Jl. Soekarno Hatta. Tentunya setelah di hubungi oleh istri dan disana, saya menyerahkan photocopy KTP lalu di anterin tes drive di sarana tes drive independen di lokasi tersebut, dana yang diperlukan sebesar Rp 1.000.000 untuk kedua jenis SIM jadi masing-masing Rp 500.000. Tempat tes drive tersebut kemudian memberikan sertifikat yang nanti dapat di bawa ke SAMSAT.

Keesokan harinya saya dan sang CALO kembali bertemu, namun kali ini langsung di SAMSAT. Saya di antar untuk cek kesehatan di klinik yang bisa di tempuh dengan jalan kaki di area luar SAMSAT. Setelah cek yang prosesnya sangat cepat dan membayar Rp 45.000 kemudian saya mendapatkan mendapatkan sepucuk bukti bahwa saya dalam kondisi yang baik.

Kemudian saya hanya di antar ke pintu depan SAMSAT untuk proses lainnya. Didalam dari tujuh loket, loket tes drive dan simulasi tidak perlu saya ikuti, sehingga tinggal mengikuti uji teori dan pembayaran sebesar Rp 240.000. And thats it. Di loket ke 7 saya sudah mendapatkan SIM A dan SIM C yang saya butuhkan dalam waktu kurang dari 2 jam.

Singkatnya kalo mau bikin SIM (terutama SIM A dan C) di Bandung urutannya begini:

  1. Tes drive di Lotte Mart Grosir di Jl. Soekarno Hatta.
  2. Cek kesehatan, buat dapet Surat Keterangan dokter untuk penglihatan dan kesehatan
  3. Daftar untuk pembuatan SIM di loket Samsatnya
  4. Cek dokumen di loket ke 2
  5. Verifikasi dokumen, photo, scan sidik jari di loket 3
  6. Ujian teori di loket ke 4
  7. Loket 5 skip
  8. Loket 6 bayar ada bank BRI disana, kemudian sambil isi dokumen
  9. Pengecekan dokumen yang barusan di isi
  10. Kasiin dokumen ke meja petugas kemudian ambil SIM diloket 7

Total biaya Rp 620.000

Lebih mahal memang dari pada SOP standar, tapi ngobrol sama yang bikin SIM melalui jalur biasa udah 5 kali ujian ga lulus2, terutama di ujian yang pake simulator untuk motor. So, mungkin ya memang ada biaya lebih harus dikeluarkan untuk sedikit kemudahan, tapi saya harap pembaca ga perlu pake calo setelah baca postingan ini.

Sukses!

Parang Salawaku Senjata Khas Maluku

Indonesia kaya akan seni dan kebudayaan, termasuk senjata tradisional. Seperti di Maluku memiliki beragam senjata tradisional, salah satunya adalah Parang Salawaku.

Parang Salawaku yaitu sepasang senjata tradisional yang terdiri dari Parang (pisau panjang) dan Salawaku (perisai). Pada masa lalu senjata ini digunakan untuk berperang. Selain itu Parang Salawaku juga dapat kita jumpai pada lambang pemerintah Kota Ambon. Bagi masyarakat setempat Parang dan Salawaku adalah simbol kemerdekan rakyat.

salawaku

Parang dan Salawaku memiliki arti tersendiri. Parang berarti pisau besar biasanya memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari pisau dan lebih pendek dari pedang. Sawalaku sendiri memiliki arti perisai. Perisai merupakan alat yang dipergunakan untuk melindungi diri dan untuk menangkis serangan senjata lawan.

Parang bertindak sebagai senjata. Hal ini digunakan sebagai senjata untuk melakukan penyerangan terhadap lawan. Sedangkan Salawaku digunakan sebagai perisai yang berfungsi untuk menahan serangan lawan.

Senjata tradisional ini digunakan pada saat menari Cakalake. Tarian tersebut menyimbolkan kekuatan kaum pria Maluku. Parang di tangan kanan penari melambangkan keberanian sementara salawaku di tangan kiri melambangkan perjuangan untuk mendapatkan keadilan.

Hal yang membuat senjata ini unik dan estetis ialah terdapat ukiran-ukiran bermakna khusus yang terbuat dari kulit kerang laut. Ukuran Parang dan Salawaku sangat bervariasi tergantung postur badan sang penari.

Senjata Parang terbuat dari bahan besi yang keras berukuran 90 sampai 100cm. Tetapi ukuran itu bisa disesuaikan dengan tinggi badan si pemilik sehingga ukurannya sangat beragam. Senjata ini terbuat dari bahan besi yang keras kemudian ditempa. Kepala parang terbuat dari kayu keras seperti kayu Besi atau kayu Gupasa, seperti halnya gagang parang.

Sedangkan Salawaku terbuat dari kayu, sebagai penghias dilapisi pernak-pernik khusus yang diberi motif dan bahannya terbuat dari kulit kerang laut. Itu artinya Salawaku merupakan perisai bermotif. Namun tak sembarang motif yang bisa digunakan, biasanya hanya motif yang melambangkan keberanian. Karena simbol ini bisa membuat penggunanya semakin memiliki keberanian yang sama ketika berperang melawan musuh.

Sumber: Wacana, Wikipedia, Lussyzein.