Anatomi Bantai

Mengenal Pisau

Jika ingin tau sejauh apa perkembangan eksplorasi metal maka lihatlah ke perkembangan pisau. – Kaskus.

Mungkin statement ini tidak berlebihan. Dengan ada nya acara Forge in Fire di History Channel kita bisa melihat bahwa hobby membuat pisau kini bangkit kembali seperti blacksmith pada jaman perang menggunakan pedang dahulu kala dan semakin menjamur diseluruh dunia begitu pula di Indonesia.

Bagi orang awam pisau barangkali hanya alat wajib yang harus ada di dapur, atau cutter yang jadi stasionery dan lebih jauh swiss army yang jadi aksesoris walaupun jarang-jarang digunakan. Padahal kita membutuhkan pisau lebih luas dibandingkan yang kita bayangkan. Sebagai tools, pisau bisa kita temui diberbagai kegiatan seperti dipertanian yang membutuhkan golok, arit, celurit, parang dan sebagai nya. Di kedokteran untuk operasi ada banyak jenis pisau yang digunakan, di dapur sendiri ada banyak jenis chef knife mulai dari bone tools, fillet knifemeat knife dsb. Didalam militer spesifikasi kemiliteran yang berbeda-beda dilapangan membutuhkan pisau yang berbeda-beda pula, Combat Bowie yang digunakan oleh angkatan darat belum tentu sesuai untuk angkatan laut seperti tim amphibi yang membutuhkan pisau yang lebih tahan karat karna sering bertemu dengan air.

Jenis pisau yang sangat banyak mungkin akan kita bahas dalam artikel yang berbeda-beda pula, pada artikel ini kita akan membahasnya secara general saja.

Secara umum pisau terbagi atas beberapa komponen yaitu; bilah, gagang dan sarung. Sedangkan secara anatomi, pisau dimulai dari Tang, Bolster, cutting edge, handle dan butt.

Mari kita mulai dengan komponen pisau

Bilah

Bilah adalah komponen utama pisau, pisau tanpa gagang biasanya digunakan pada mesin atau cutter yang gagangnya bisa berbeda merk. Berbagai material digunakan untuk jadi bilah pisau, pada masa-masa sebelum peradaban lebih maju, manusia sudah membuat pisau dengan batu atau dikenal sebagai flint knife, sedangkan saat ini para knife maker lebih banyak menggunakan Baja sebagai bilah pisau.

Pemilihan dan treatment pada Baja sangat penting mengingat bagian ini paling sering dibebani pekerjaan. Baja dibentuk dari banyak komponen, mulai dari besi, tungsten, mangan, vibram, fosfor, karbon hingga kromium. Baja dengan kromium kita kenal dengan Stainless Steel atau Baja anti karat. Jenis Baja sangat banyak tergantung kadar komponen pembentuknya. Pada pembuatan pisau, umumnya setelah pisau di bentuk bilahnya menjelang penajaman dilakukan heat treatment, proses heat treatment terdiri atas tempering, hardening dan annealing dalam suhu dan jangka waktu tertentu sesuai dengan jenis Baja dan target HRC (Hard Rock Well/kekerasan) yang di inginkan. Setelah heat treatment pisau ada yang langsung di poles ada pula yang di coating, tergantung kebutuhan atau selera knife maker atau pemesannya. Coating pada Baja Stainless banyak variasinya mulai dari blackening, browning, duracoat dsb. Pada tahap akhir pisau di tajamkan dan siap untuk di gunakan. Kekuatan dan ketajaman adalah hal penentu kualitas pisau, uji coba atas dua Faktor ini jadi salah satu bargain yang paling umum kita temukan dalam dunia perpisauan.

Gagang

Agar pisau nyaman digunakan maka handle sebuah pisau harus ergonomis. Ergonomi ditentukan salah satunya oleh material. Material yang digunakan menjadi handle pisau mulai dari plastik, aluminum, Kayu dsb, salah satu inovasi handle pisau yang kini sering digunakan adalah micarta, micarta di buat dari berlayer-layer lembaran material tertentu yang di tempelkan dengan resin yang kemudian dilaminate.

Sarung

Terutama sebagai media untuk membawa pisau, sarung kini bisa disebut aksesoris wajib bagi pisau. Sarung bisa dibuat dari berbagai material mulai dari Kayu, plastik, kulit dsb. Salah satu material sarung yang kini cukup diminati adalah kydex sheet, material ini memiliki Kekuatan yang baik dan juga digunakan sebagai sarung untuk pistol.

Dinegara-negara maju pisau memiliki regulasi khusus berkenaan dengan jenis hingga anatominya, patent-patent terhadap inovasi pisau banyak dilakukan. Dikalangan umum seperti di Indonesia, pisau sering dikategorikan sebagai senjata, padahal kita mungkin tidak bisa makan tanpa pisau dapur sebagai salah satu alat penting untuk memasak. Sedangkan menurut saya, menjadi senjata atau alat tergantung digunakan untuk apa.

Jika kita telusuri, di Indonesia hampir setiap daerah mempunyai pisau tradisionalnya, mulai dari Kujang di Jawa Barat, Mandau di Kalimantan, Keris di banyak tempat di Indonesia, hingga parang di Maluku dan Ambon.

Tertarik dengan dunia perpisauan, di Indonesia ada Indonesian Blade yang konsisten mengulik pisau.

Jadi jangan main-main dengan pisau..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s