Ergonomic_hand

Mengingat kembali tentang Ergonomi

Pembahasan tentang Ergonomi merupakan salah satu bidang perkuliahan dalam ilmu Desain Produk yang dahulu saya dapatkan dari salah satu guru besar Desain Produk yaitu Bapak Yannes Martinus Pasaribu, Dr., M.Sn. Yang kini menjabat sebagai salah satu Senat Akademik di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada masa tersebut sebagai mahasiswa, saya masih belum begitu menyadari betapa pentingnya pemahaman tentang ergonomi dalam mendesain sebuah produk, namun saat ini setiap kali melakukan perancangan desain, saya menyadari betapa ergonomi tidak dapat dipisahkan dalam aspek perancangan desain produk, sehingga saya dapat menyimpulkan bahwa produk tanpa ergonomi merupakan sebuah keniscayaan, dia bisa jadi hanya sebuah estetika seperti karya seni, atau mesin tanpa memperhatikan bagaimana dia akan berinteraksi dengan user.
Ergonomi pada prinsipnya membahas bagaimana mencapai tingkat respon dan output yang positif dan maksimal bagi manusia dengan produk dan area kerja nya. Fokus ergonomi adalah manusia, bagaimana produk, sistem dan area kerja dapat mendukung aktifitasnya secara maksimal, aman dan nyaman selamanya atau dalam kurun waktu tertentu, didalam perancangan hal ini dikenal dengan istilah Human Centered Design. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan informasi, standarisasi dan pendekatan yang komprehensif. Dalam kesehariannya manusia berinteraksi dengan produk, ruang dan sistem tertentu, Interaksi ini menghasilkan output yang positif maupun negatif, output tersebut menjadi acuan keberhasilan komponen tadi dalam berinteraksi dengan manusia, keberhasilan kinerja dan impact dari interaksi ini dikenal dengan Human Factor. Produk, system dan ruang yang ergonomis memenuhi kriteria ENASE (Efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien).
Dalam mendesain produk, ergonomi berperan penting dalam penentuan standar antropometri, fisiologi, anatomi, psikologi dan teknologi yang digunakan pada produk yang didesain. Beberapa standar yang telah disepakati secara internasional menjadi syarat export, import, SNI dan ISO sebagai kelayakan produk beredar dikalangan masyarakat terutama pada negara-negara maju. Standar-standar kuantitatif dan kualitatif yang banyak digunakan di Indonesia saat ini masih banyak menggunakan teori dan penelitian yang dilakukan diluar Indonesia, data studi antropometri yang digunakan dari buku-buku Human Factor, antropometri dsb hasil karya barat, eropa atau Jepang masih menjadi acuan yang kadang kurang merepresentasikan fisik dan polah laku orang Indonesia untuk produk-produk yang di jual di Indonesia.

Selain komponen-komponen yang diperlukan dalam penerapan ergonomi pada perancangan produk tadi, ergonomi juga mengkaji poin penting lainnya seperti

  1. DisplayInterface yang menampilkan informasi tertentu bagi manusia dengan simbol-simbol. Display pada ergonomi terkait erat dengan pembahasan tentang semantika dan semiotika.
  2. Kekuatan fisik manusia – Interaksi manusia dengan produk dapat menguras tenaga, secara default Kekuatan fisik manusia terus menurun dalam satu kurun waktu, tetapi tidak menutup kemungkinan ada pada kurva yang dinamis dan di satu titik waktu berada pada kondisi puncak Kekuatan fisiknya setelah melalui proses pemanasan.
  3. Dimensi ruang – kegiatan manusia membutuhkan area tertentu, dengan Dimensi dan antropometri manusia, kegiatan tertentu perlu diukur kebutuhan standarnya untuk bergerak, pada luas berapa kegiatan dapat terlaksana dengan maksimal.
  4. Lingkungan dan area beraktifitas – Selain Dimensi area kerja, kondisi fisik ruangan melingkupi pencahayaan, warna, kebisingan, temperatur, getaran dan lainnya juga menjadi kajian ergonomi untuk menciptakan ke optimalan aktifitas yang terjadi didalamnya.

Pada perancangan desain produk aplikasi ergonomi dilihat dari dua sudut, dari produsen dan konsumen dan dapat dijelaskan sebagai berikut ;

  1. Produsen – Dalam proses produksi, desain berpangaruh besar terhadap kemudahan dan kesulitan proses hingga total waktu proses produksi. Efesiensi waktu produksi sebaliknya dapat memberikan input saran modifikasi pada desain agar produksi menjadi realistis.
  2. Konsumen – Bauran pemasaran sebagai input external yang terdiri dari 5P (product, place, price, people, promotion) memberikan insight yang juga tidak kalah penting dalam pengambilan keputusan diperancangan.

Didalam perusahaan atau industri ergonomi dan  K3 berkolaborasi menciptakan produktifitas dan kualitas hasil pekerjaan melalui peningkatan kualitas ruangan, safety, mesin dan sistem yang memperhatikan segala aspek manusia didalamnya secara fisik dan non fisik.

Perhatian terhadap penggarapan sisi ergonomis pada produk, ruang dan sistem yang maksimal merupakan keharusan agar perancangan menjadi komprehensif. Ergonomi merupakan aspek teknis yang terukur dan dapat dievaluasi melalui kinerja dan interaksi yang dihasilkan dengan usernya.

Sumber ;

Wikipedia, Ergo Biologi Blog, Dunia Iptek, Sobat Baru, Ergonomi Fit, Arief Nyak, Nafilatul Fitri, Iwan Irawan, Crazy Dylus

One thought on “Mengingat kembali tentang Ergonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s