JWE_0435

Menghaluskan hasil 3D Print

Kini 3D printing merupakan salah satu cara paling mudah, cepat dan murah untuk Rapid Prototyping, brand 3D printer pun semakin banyak dan berkembang sangat pesat termasuk di Indonesia. Meskipun penggunaan 3D printer di Indonesia belum sebanyak di Eropa, Amerika, Jepang dan China perkembangan teknologi ini pelan tapi pasti terus tumbuh seiring kebutuhan industri lokal kita.

3D Printing dapat digunakan untuk membuat model 1:1 maupun skala yang dapat digunakan sebagai referensi visual, ergonomi bahkan untuk cetakan untuk model selanjutnya. Kualitas printer 3D secara garis besar dapat dilihat dari beberapa hal berikut ;

  1. Kepresisian hasil cetakannya
  2. Besar atau kecil nozzle injeksi materialnya
  3. Kecepatan cetaknya
  4. Density terapat yang bisa di buatnya
  5. Dan panjang waktu beroperasi-nya

Sewajarnya semakin bagus 3D printernya, semakin mahal pula harganya.

3D printer mencetak model dengan cara membuat layer (lapisan) dari model pada axis environment CAD, oleh karna itu hasil cetaknya memperlihatkan tumpukan dari lapisan-lapisan tersebut, kerapatan (density) dari lapisan tersebut dapat di atur pada software printer 3D, meskipun demikian hasil dari kebanyakan printer 3D dipasaran dapat dipastikan tetap memperlihatkan lapisan-lapisan tersebut.

Pada presentasi produk lapisan ini dapat menjadi gap yang membedakan produk akhir dengan produk hasil 3D print. Produk akhir, terutama produk yang terbuat dari plastik memiliki output yang mulus karna dihasilkan dari injection pada dice atau mold. Agar presentasi dari print 3D dapat benar-benar terlihat seperti produk akhir atau lebih mendekati produk akhirnya perlu dilakukan treatment tertentu, treatment tersebut di antaranya adalah :

Sanding (Pengampelasan)

LF-1-HandSand

Metode ini sangat awam digunakan untuk menghaluskan berbagai permukaan termasuk permukaan hasil cetak 3D. Biaya pengampelasan termasuk murah dan sudah terbukti berhasil. Meskipun demikian metode pengampelasan terutama pada hasil cetakan 3D dapat menyebabkan pengurangan massal hasil cetakan, pada pembuatan yang membutuhkan tingkat kepresisian tinggi, metode ini kurang tepat untuk dilakukan, selain itu mengampelas memakan waktu semakin banyak jika model yang dikerjakan terdiri atas banyak detail. Pengampelasan sebaiknya menjadi tahap awal untuk melakukan penghalusan model dan dilanjutkan dengan metode yang lainnya.

Bead Blasting (Penyemprotan partikel)

LF-2-Blasted

Metode blasting atau penyemprotan partikel dilakukan pada chamber khusus dengan material tertentu atau material yang serupa dengan material model yang dikerjakan. Metode ini dapat dimulai dengan mengampelas permukaan model. Kekurangan dari metode ini adalah sulit mengendalikan volume hasil semprotan karna dilakukan pada chamber yang relatif kecil dan dilakukan secara manual. Akibat dari menyemprot (blasting) model, model menjadi lebih tebal. Preview metode Bead Blasting dapat dilihat pada contoh dibawah ini :

Vapor Smoothing (Penghalusan dengan uap dingin)

Smoothed-with-Vapor

Dari beberapa metode yang lain, penghalusan dengan metode pengupan merupakan metode favorit yang banyak digunakan oleh model maker di dunia. Metode ini menghasilkan model yang memiliki permukaan halus dengan cara meletakkan model diatas jig pada chamber yang sudah di isi cairan (biasanya aseton) kemudian cairan aseton di biarkan melelehkan permukaan model tanpa dipanaskan hingga kurun waktu tertentu untuk mencapai kehalusan tertentu. Penghalusan dengan metode ini juga dapat dilihat pada video dibawah iniĀ :

Vapor Bath (Penghalusan denganĀ uap panas)

20130718-The-Touch-Up-3D-Printing

Metode ini mirip dengan metode Vapor Smoothing, perbedaannya terletak pada intensitas uap yang dihasilkan karna proses pemanasan. Pada Vapor Bath (mandi uap) model diletakkan pada chamber yang asetonnya dipanaskan, sehingga intensitas uap dan temperaturnya melelehkan permukaan model lebih cepat seperti yang diperagakan pada video berikut :

Penguapan dapat menggunakan berbagai cairan seperti Aseton atau Limonene

Coatings (pelapisan)

PartSnap-VeroWhitePlus-Recessed-Swatch_Polished-Chrome-Featured

Model 3D yang sudah dihaluskan dengan diampelas sebelumnya dapat diperhalus dengan menyemprot cat primer yang dilanjutkan dengan cat yang diinginkan (misal epoxy) serta di akhiri dengan lapisan pelindung cat tertentu. Metode ini juga memiliki kekurangan yang sama dengan metode Bead Blasting, ditambah, cat hasil pelapisan hanya dapat digunakan sebagai preview visual, tapi tidak sebagai preview teknis seperti gesekan.

Brushing (Penguasan)

Reynolds-Advanced-Materials-3d-printing-smooth-finish-2

Metode ini seperti halnya coating (pelapisan) hanya saja dengan menggunakan kuas menggunakan cairan tertentu, brand yang cukup intens memasarkan produk untuk metode ini adalah XTC-3D. Coating ini melumerkan sekaligus melapisi model sehingga memberikan hasil yang halus pada permukaannya seperti yang dapat kita lihat pada video berikut :

Berbagai metode tersebut muncul untuk mendapatkan hasil Rapid Prototyping yang sesempurna mungkin. Model yang sempurna memberikan preview yang baik saat presentasi, dan presentasi yang baik membuka peluang keberhasilan yang lebih besar.

Selamat mencoba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s