69 Tahun kemerdekaan yang terjajah

Bangsa kami yang kaya tapi tidak boleh menikmati kekayaannya ini sudah 69tahun umurnya hari ini sejak dideklarasikan kemerdekaannya waktu itu. Kami di wariskan kebiasaan mengemis, dihilangkan rasa cinta bangga dan cintanya pada bangsanya, di bodoh2i oleh media lokalnya, di curangi pemimpin2nya sendiri dan semakin hari semakin apatis.
Yang paling miris sungguh terasa kita dihilangkan motivasi-motivasi untuk mencintai bangsa kita sendiri secara sistematis dan struktural. Kita mengidolakan bangsa2 lain yang di citrakan ideal oleh media2 yang dibayar tinggi oleh mereka. Di brainwash betapa tingginya bangsa mereka sehingga bertemu glandangan dari bangsa merekapun kita tunduk.
Sungguh menyedihkan rasanya melihat hilangnya semangat2 berkarya walaupun itu adalah tanggung jawab yang harus mereka pikul, kita lebih tunduk dengan kulit, paras dan label internasional, ras-ras import.
Kekayaan alam kita di oper milik, kita jadi pelayannya, budak dan antek2 yang bodoh.
Belum, kami belum merasa merdeka, karna pada dasarnya penjajahan itu selalu datang dengan alasan kemakmuran dan berkolaborasi dengan orang-orang dari bangsa kami yang rela kehilangan harga diri dan martabatnya demi lembaran-lembaran akte dan kekayaan yang tidak seberapa.
Kami yakin, kesadaran itu akan muncul kembali meladeni semangat -semangat kami seperti dulu pernah ada dan direpresentasikan Soekarno atau Tan Malaka.
Dari bangsa kami akan lagi muncul yang berani. Dan saat itu terjadi, mereka yang terpaksa berasimilasi dengan identitas kami yang luhur.

Mardeka, untuk selamanya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s