Pariwisata itu bukan solusi

Entah kenapa rasanya selalu sedih melihat dan menyadari bahwa kita adalah negara yang masih miskin dalam segala hal. Namun sejauh pengalaman saya yang masih dangkal rasanya ada banyak hal mengenai pola pikir kita yang perlu diperbaiki.
Terlontar begitu saja perspektif saya ketika bertemu teman lama yang tadi sempat mampir ke kantor, bahwa saya mungkin salah satu orang yang tidak sepakat dengan konservasi suatu tempat dengan basis pariwisata.
Saya berpendapat bahkan kota se besar bandung menjadi fenomena dimana pariwisata justru membuat penduduk lokalnya lebih banyak menjadi tamu, penghibur bahkan pelayan dengan segudang masalahnya bagi para pendatang yang berorientasi lebih besar dan membaca potensi strategis wilayah ini.
Memang tidak sedikit keberhasilan yang kita lihat dapat diraih beberapa penduduk lokal dari sektor industri ini, namun apakah kita mungkin kurang menyadari bahwa kesuksesan yang diraih segelintir orang tersebut terkadang membawa impact tidak begitu baik bagi follower lainnya?
Saya yakin kita tau yang akhirnya menjadi pengamen jalanan, buruh2, pelayan2 di tempat2 komersil, preman, tukang parkir, pak ogah serta tipe pekerjaan yang keras tersebut justru di isi oleh penduduk2 lokal untuk melayani para pendatang baik yang memiliki cukup kemampuan berinvestasi atau sekedar pelancong dan kenyataannya hal tsb terjadi di.hampir seluruh wilayah yang dipublikasikan menjadi tempat pariwisata di indonesia.
Sebagian besar wilayah indonesia merupakan tempat2 yang luar biasa indahnya, dan sepantasnya kita melindunginya dengan berbagai cara. Miskin atau kaya relatif dan subjektif, bagi penduduk lokal selayaknya development dibangun dengan.menumbuhkan dan menambahkan pengetahuan tentang efektifitas dan.efisiensi sumberdaya alam disekitar lingkungan mereka, sehingga skill, moral dan pendapatan menjadi biang alasan mereka menjaga dan mengkonservasi lingkungan mereka.
Kita tentunya tidak ingin mensounding kedunia luar tentang potensi negara yang tidak terbatas ini untuk membuat kita menjadi budak di tanah kita sendiri. Sehingga semua elemen di negara ini har
us paham betul tentang pentingnya menjaga dan memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab melalui pendidikan yang optimal terutama bagi penduduk didaerah itu sendiri tentang daerahnya secara sosial, teknis dan saintifik.
Sehingga sekali lagi kita betul2 sadar bahwa ini tanah kita yang dipergunakan untuk mensejahterakan berbagai komponen didalamnya yang tidak musti melulu diarahkan jadi tempat melancong dan berujung kearah berbagai penyesalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s