Kaulinan (permainan khas sunda), serunya mainan anak indonesia

Permainan tradisional 1

Permainan tradisional 1

Indonesia begitu kaya dengan khazanah budaya, hal tersebut bukan hanya tercitra pada karya-karya seni yang dimilikinya, bukan hanya ornamen-ornamen bernuansa klasik dari berbagai penjuru indonesia, namun didalamnya termasuk permainan dan sistem permainan didalamnya. Dari sabang sampai merauke mungkin ada ratusan bahkan ribuan, permainan-permainan tradisional yang khas dari daerah masing-masingnya, kita sempat menikmatinya, kita sempat memainkannya dimasa-masa kita dahulu, waktu pengaruh globalisasi belum terasa dampaknya, bagi kita-kita yang berumur diatas 20an merujuk ke satu dekade kebelakang, masih sering berinteraksi dengan bentuk-bentuk permainan yang tradisional tersebut, apalagi jika kita berlatar belakang kedaerahan. berlatar belakang kedaerahan yang saya maksudkan disini adalah mengahabiskan masa kecil di daerah-daerah yang belakangan atau telat tersentuh modernitas, daerah2 sub perkotaan, desa dan sebagainya. Saat anda bernostalgia melihat kembali sosok permainan itu dimasa sekarang, hal tersebut membangkitkan memori-memori tersendiri tentunya, mulai dari bagaimana membuatnya, bagaimana memainkannya, dengan siapa saja kita pernah bermain, dimana kita memainkannya dahulu, semuanya sangat memorable ternyata.
Seperti yang saya alami hari ini, ketika mengunjungi museum sri baduga untuk kesekian kalinya dalam rangka mengerjakan sebuah proyek disana, kebetulan di museum tersebut sedang dilangsungkan acara pameran benda-benda serta permainan-permainan tradisionil dari jawa barat yang biasa disebut disini sebagai kaulinan. Permainan-permainan tersebut lahir dari berbagai macam faktor serta erat kaitannya dengan interaksi anak-anak dengan

Permainan tradisional 2

Permainan tradisional 2

lingkungannya, hal tersebut bisa dilihat dengan material yang digunakan pada mainan yang dihasilkan atau berusaha dibuat pada saat itu, misalnya enggrang, pipit2an, atau ketapel yang sudah jarang kita temui dimasa ini.
Mungkin globalisasi adalah satu masalah ketika permainan-permainan tradisionil tersebut kehilangan eksistensinya dimasa sekarang ini, saat semuanya dibuat dengan material-material yang memang dapat lebih tahan lama dan mengeluarkan warna yang lebih ceria, disamping faktor digitalisasi yang ikut menjadi fenomena pembangkit keinstanan, semua benda pakai dalam permainan-permainan ala globalisasi ini mengajarkan pada manusia-manusia timur sifat kapitalis dasar, demand pada produk manufaktur dengan cara “harus membeli”, hal-hal tersebut dapat kita lihat dalam berbagai bentuk “toys” yang muncul untuk anak-anak dijaman sekarang, kebanyakan dari mainan-mainan tersebut dipasangi harga yang cukup tinggi sesuai dengan material yang digunakan, brand yang mengeluarkannya, serta seberapa erat teknologi di implementasikan pada produk-produk mainan tersebut, sehingga demand akan toys harus berujung pada bentuk pola pikir kapitalisme baru. tentu saja anak-anak seumuran yang membutuhkan produk-produk tersebut kebanyakan  belum mampu menghasilkan kunci kapitalisme dasar yaitu uang,

Permainan tradisional 3

Permainan tradisional 3

uang tersebut datang dari orang tua mereka, semakin “canggih” mainan yang harus dibeli, semakin besar pula tuntutan untuk mengeluarkan uang bagi orang tua sang anak, dan anda sudah tau ujungnya, dengan pola marketing yang baik, mainan-mainan ini segera diminati anak-anak, serta permintaannya pun meningkat, dan seterusnya.
Dibalik poin-poin impact dari globalisasi itu sendiri ada keyakinan bahwa ternyata kesalahan itu juga bermula dari ketidak mampuan kita mempertahankan eksistensi permainan tradisional kita sendiri, atau memang kesadaran itu sangat telat muncul pada diri kita masing-masing, tidak seperti permainan-permainan importlainnya, permainan-permainan tradisional kita biasanya dibiarkan melempem tanpa pengembangan, baik itu dari segi material, fungsi, desain serta soundingnya di masyarakat yang terus berkembang, sehingga mainan-mainan tersebut hanyut dimakan zaman.
Padahal potensi permainan, permainan tradisional tersebut tidak kalah penting dan menariknya dengan mainan-mainan yang sudah ada sekarang ini, malahan mainan-mainan tersebut mulai dari proses penciptaannya saja sudah

Permainan tradisional 4

Permainan tradisional 4

mulai mendidik anak-anak untuk mandiri berkreasi, memilih material, serta dedikasi yang pada akhirnya dapat membentuk pola-pola yang positif pada perkembangan fisik dan mental anak-anak, sekecil dan semudah apapun bentuk permainan-permainan tersebut.
Hal yang penting, dan harus selalu kita ingat adalah, kebutuhan bermain anak-anak sangatlah besar, kebutuhan tersebut adalah market yang sangat potensial dalam penyusupan orientasi-orientasi berpikir yang ternyata bisa jadi menyimpang dan irrasional jika tidak kita secara efektif. Dan tidak kalah pentingnya adalah, dengan kebutuhan akan bermain tersebut, peranan mainan sebagai produk sangatlah penting dalam berbagai aspek, sehingga memilih permainan yang tepat sejak dini adalah hal yang krusial, permainan-permainan tradisionil yang berasal dari Indonesia menyimpan potensi besar untuk dikembangkan dan dikomersialisasikan, dan hal tersebut harus dikembangkan secepatnya, sebelum suatu saat permainan itu hilang terlindas dan termakan zaman, seperti budaya-budaya timur kita yang lain, dan benar jika bukan kita lalu siapa lagi? pencuri?

2 thoughts on “Kaulinan (permainan khas sunda), serunya mainan anak indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s